Panser Anoa dan Penembak Jitu Turut Dikerahkan untuk Menjaga Kelancaran Pemilu di Depok

Sebanyak 2.888 personel gabungan TNI-Polri akan disebar ke seluruh penjuru Kota Depok untuk mengawal jalannya pesta demokrasi Pemilu 2019.

Panser Anoa dan Penembak Jitu Turut Dikerahkan untuk Menjaga Kelancaran Pemilu di Depok
Warta Kota/Gopis Simatupang
Pihak TNI turut menyiagakan 100 personel TNI beserta dua unit Panser Anoa buatan PT Pindad yang bertengger di halaman Balai Kota Depok. 

Sebanyak 2.888 personel gabungan TNI-Polri akan disebar ke seluruh penjuru Kota Depok untuk mengawal jalannya pesta demokrasi Pemilu 2019, termasuk proses pemungutan suara yang akan digelar pada Rabu (17/4/2019) yang akan datang.

Komandan Kodim 0508/Depok, Letkol Inf Eko Syah Putra Siregar menjelaskan, dari ribuan personel tersebut, 762 di antaranya merupakan prajurit TNI.

Mereka terdiri dari 290 prajurit Kodim 0508/Depok serta 472 personel BKO (Bantuan Kendali Operasi) dari sejumlah satuan TNI Angkatan Darat.

Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, pihak TNI turut menyiagakan 100 personel TNI beserta dua unit Panser Anoa buatan PT Pindad yang bertengger di halaman Balai Kota Depok.

"Ini hanya sebagai bentuk antisipasi kita apabila pascapencoblosan ada peningkatan eskalasi. Kita ada standby force yang kita tempatkan di Balai Kota ini, terdiri dari 1 SSK berkekuatan sekitar 100 prajurit beserta dengan Panser ini," ujar Eko seusai apel gelar pasukan BKO TNI AD di halaman Balai Kota Depok, Jalan Raya Margonda, Senin (15/4/2019).

"Itu untuk mengantisipasi eskalasi tadi. Tapi kalau situasi aman kondusif, tidak akan kita gerakkan. Karena dalam pengamanan Pemilu itu ada Pam TPS, ada pula yang standby untuk mengantisipasi apabila ada kerusuhan massa," terangnya.

Eko mengungkapkan, sebagai bentuk antisipasi, pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah penembak jitu (sniper) yang akan disebar ke beberapa titik tertentu.

"Di Depok kita juga menyediakan sniper, tetapi tidak kita kasih tahu posisinya dimana. Ini rahasia, namanya juga sniper," bilangnya.

Meski begitu, Eko mengatakan bahwa sejauh ini di Depok tidak ada wilayah rawan kericuhan jelang Pemilu. Segala bentuk persiapan pengamanan, termasuk pengerahan ribuan pasukan beserta alutsista hanya sebagai bentuk antisipasi.

Sementara itu, Kapolresta Depok, Komisaris Besar Didik Sugiarto, mengatakan, bila ada warga atau pihak yang tidak puas terhadap hasil Pemilu, dia mengimbau agar menyampaikan keberatan sesuai ketentuan yang berlaku. Bila menemukan indikasi kecurangan, laporkan ke Bawaslu. Jangan serta-merta membuat kericuhan.

"Kalau ada yang tidak puas, silakan menggunakan saluran-saluran sesuai mekanisme yang telah diatur. Kalau mungkin ada temuan-temuan yang mengarah kepada ketidakpuasan, mekanismenya kan ada ya," kata Didik di tempat yang sama.

Dia menambahkan, ribuan personel keamanan akan bertugas hingga seluruh tahapan Pemilu rampung.

"Tentunya anggota bekerja mulai hari ini. Sampai kapannya, kita lihat perkembangan situasi. Yang jelas, penyebaran anggota ini untuk mengamankan situasi," bilang Didik. (gps)

Foto:

Untuk mengawal Pemilu di Kota Depok, TNI turut menyiagakan dua Panser Anoa serta sejumlah sniper yang akan ditempatkan di sejumlah titik.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved