Kisah Kelam Pesepeda Berdarah Iran, Diperkosa Bergilir, Ingin Bunuh Diri, Ditolong Seekor Anjing

Pesepeda jarak jauh perempuan Skotlandia berdarah Iran, Ishbel Holmes punya kisah hidup mengesankan sejak mengenal sepeda dan seekor anjing jalanan.

Kisah Kelam Pesepeda Berdarah Iran, Diperkosa Bergilir, Ingin Bunuh Diri, Ditolong Seekor Anjing
istimewa
Ishbel Holmes dan Lucy. 

Hidup pesepeda jarak jauh perempuan Skotlandia berdarah Iran, Ishbel Holmes (37) nyaris berakhir tragis sebelum ia mengenal sepeda dan seekor anjing jalanan yang diberinya nama Lucy.  

Ishbel yang kini berusia 37 tahun menuangkan kisah hidupnya yang inspiratif dalam sebuah buku berjudul Me, My Bike and A Street Dog Called Lucy yang diluncurkan kemarin di Stirling, Skotlandia.

Dalam buku itu Ishbel menceritakan perubahan besar yang terjadi dalam hidupnya saat ia bersepeda jarak jauh melintasi Turki.

Mengutip singkat dari buku itu, Ishbel yang tahun lalu mengganti nama dari nama aslinya Taromsari, menceritakan kisah hidupnya berawal dari perjalanan hidup keluarga ketika sang ayah pindah dari Teheran ke Manchester untuk kuliah dengan beasiswa dari pemerintah.

Ishbel Holmes di Andes.
Ishbel Holmes di Andes. (BBC)

Di kota itu sang ayah bertemu dengan ibunda Ishbel lalu menikah. Ishbel dan dua kakaknya lalu berurutan dilahirkan di sana.

Ketika Ishbel berusia dua tahun, mereka pindah ke Skotlandia untuk mencari penghidupan yang lebih baik.

Saat itu sang ayah tidak lagi kuliah karena revolusi di Iran memaksa pemerintah menghentikan beasiswa untuk memaksanya pulang ke Iran.  

Masalah demi masalah muncul, dan orang tuanya akhirnya berpisah.

Ishbel yang saat itu berusia lima tahun lalu tinggal bersama ibu dan dua kakaknya.

Hidup dengan tiga anak dan ekonomi pas-pasan, masalah yang mereka hadapi tak kalah berat.

Halaman
1234
Penulis: Max Agung Pribadi
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved