Kalangan Ulama Ungkap Keprihatinan karena Satpol PP Biarkan Perusakan Segel Tempat Hiburan Malam

Mereka berharap, agar Plt Bupati Bekasi menindaklanjuti laporan yang disampaikan oleh Fukhis Bekasi.

Kalangan Ulama Ungkap Keprihatinan karena Satpol PP Biarkan Perusakan Segel Tempat Hiburan Malam
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Pelaksana tugas Bupati Bekasi Eka Supria Atmadja menerima kunjungan ulama dari Forum Ukhuwah Islamiyah (Fukhis) Bekasi, Senin (15/4/2019). Mereka meminta agar Pemerintah Kabupaten Bekasi menindaklanjuti perusakan segel terhadap 83 tempat hiburan malam (THM) yang kini justru telah beroperasi kembali. 

Kalangan pemuka agama atau ulama di Kabupaten Bekasi menyayangkan sikap Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi yang membiarkan 83 Tempat Hiburan Malam (THM) di wilayah setempat beroperasi kembali.

Padahal, THM itu sudah disegel oleh aparat setempat bila mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 tahun 2016 tentang Kepariwisataan.

"Kami sangat menyayangkan ada perusakan segel THM yang bulan Oktober 2018 lalu sudah disegel oleh aparat," kata Panglima Perwakilan Forum Ukhuwah Islamiyah (Fukhis) Bekasi, Nanang Seno pada Senin (15/4/2019).

Hal itu dikatakan Nanang usai menemui Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bekasi, Eka Supria Atmadja di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Senin (15/4/2019) pagi.

Nanang berharap, agar Plt Bupati Bekasi menindaklanjuti laporan yang disampaikan oleh Fukhis Bekasi.

Apalagi perusakan segel bisa dikenakan hukum pidana sebagaimana Pasal 232 ayat 1 KUHP.

"Tadi, katanya Bapak Plt Bupati akan meminta Kepala Satpol PP untuk melaporkan perusakan segel THM ke kepolisian," imbuhnya.

Dia menegaskan, Perda Nomor 3 tahun 2016 tentang Kepariwisataan sudah memiliki kekuatan hukum yang sah, sehingga sudah tidak ada alasan lagi bagi Kepala Satpol PP untuk tidak menindaklanjuti perusakan segel tersebut.

Apalagi saat Eka Supria Atmadja menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, dia mendukung rancangan Perda tersebut.

"Jadi, sudah tidak alasan lagi bagi Kasatpol PP untuk tidak menjalankan Perda tersebut. Insya Allah, Kepala Satpol PP akan segera diperintahkan untuk membuat laporan kepada pihak kepolisian kaitan perusakan segel tersebut," ungkapnya.

Dia menyatakan, organisasinya memberi tenggang waktu selama satu pekan mengenangi tindaklanjut persoalan ini.

Apabila sampai Selasa (23/4/2019) depan, Satpol PP tidak melapor ke polisi, pihaknya akan langsung melaporkan perusakan segel ini ke Bareskrim Mabes Polri.

Pelaksana tugas Bupati Bekasi Eka Supria Atmadja menerima kunjungan ulama dari Forum Ukhuwah Islamiyah (Fukhis) Bekasi, Senin (15/4/2019). Mereka meminta agar Pemerintah Kabupaten Bekasi menindaklanjuti perusakan segel terhadap 83 tempat hiburan malam (THM) yang kini justru telah beroperasi kembali.
Pelaksana tugas Bupati Bekasi Eka Supria Atmadja menerima kunjungan ulama dari Forum Ukhuwah Islamiyah (Fukhis) Bekasi, Senin (15/4/2019). Mereka meminta agar Pemerintah Kabupaten Bekasi menindaklanjuti perusakan segel terhadap 83 tempat hiburan malam (THM) yang kini justru telah beroperasi kembali. (Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri)
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved