Advertorial

BUMN Semakin Kuat dan Kokoh

Indonesia pernah mengalami masa kelam di bidang ekonomi karena badai krisis tahun 1997-1998. Saat itu neraca pembayaran pincang dan berdampak sistemik

BUMN Semakin Kuat dan Kokoh - warkot-bumn-15-april-1.jpg
Istimewa
BUMN
BUMN Semakin Kuat dan Kokoh - warkot-bumn-15-april-2.jpg
Istimewa
BUMN - 2
BUMN Semakin Kuat dan Kokoh - warkot-bumn-15-april-3.jpg
Istimewa
BUMN

WARTA KOTA - Indonesia pernah mengalami masa kelam di bidang ekonomi karena badai krisis tahun 1997-1998. Saat itu neraca pembayaran pincang dan berdampak sistemik ke berbagai sektor ekonomi lainnya, mulai dari nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang jatuh, tingkat inflasi tinggi, harga barang dan bahan pokok meroket serta utang korporasi yang berlipat-lipat sehingga bank-bank nasional terpuruk.

Mengutip laporan tahunan Bank Indonesia (BI) tahun 1998, jumlah kredit macet di perbankan nasional mencapai hingga Rp 10,2 triliun. Alhasil, ratusan perusahaan pun bertumbangan dan angka pengangguran melonjak hingga 20 juta orang. Situasi tidak mengenakkan tersebut juga dialami unit usaha milik negara. Dengan pengelolaan yang kurang transparan dan tidak profesional, mereka pun ikut tersapu badai krisis karena tidak memiliki cadangan modal atau aset yang cukup untuk menutupi kenaikan biaya operasional ataupun biaya produksi.

Karena dirasa peran BUMN terhadap keuangan negara sangat signifikan, pemerintah kemudian membentuk Kementerian BUMN pada 13 April 1998, pembenahan total langsung dilakukan cepat. Pembenahan pun dilakukan cepat melalui penerapan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance, lalu penetapan strategi bisnis yang lebih terfokus sesuai fungsi dan tugas masing-masing BUMN, baik untuk jangka pendek, menengah maupun panjang. Tak hanya itu, pengelolaan ketenagakerjaan pun dirombak habis dengan mengutamakan aspek kemampuan dan profesionalisme, bukan lagi atas dasar perkawanan atau hubungan keluarga.

Proses transformasi BUMN tersebut kini terus menuai hasil yang jelas, sebagai agen pencipta nilai, agen pembangunan, perintis kegiatan usaha serta mengutamakan ekonomi kerakyatan, semuanya dijalankan dengan baik.

“Berbagai hasil pencapaian kerja nyata seluruh BUMN, tak lepas dari sinergi semangat membangun negeri,” ujar Menteri BUMN Rini M. Soemarno. Kondisi BUMN selama empat tahun terakhir diyakini semakin kuat dan kokoh seiring dengan kinerja yang terus bertumbuh sebagaimana laporan kinerja BUMN sepanjang 2018. Bertambahnya jumlah BUMN menjadi 143 Perusahaan di tahun 2018 juga menandakan bahwa banyak sektor di Indonesia dapat dikelola dan dioptimalkan melalui sinergi yang berkesinambungan.

BUMN juga turut berperan dalam pembangunan insfrastruktur telekomunikasi di 458 kabupaten atau kota layanan yang memungkinkan 79 ribu desa terjangkau sinyal serta mendukung pemerintah dalam meningkatkan rasio elektrifikasi hingga 97,2% dan perwujudan Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga di 123 lokasi di seluruh Indonesia. Dalam merealisasikan program pemerintah, BUMN bersama Kementerian Pertanian, Kementerian Desa dan PDT, Kementerian LHK, serta Kementerian Sosial telah melakukan sejumlah kegiatan yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Tidak hanya itu, BUMN juga aktif dalam peningkatan kesejahteraan rakyat melalui penyaluran KUR senilai Rp 113,9 triliun kepada 4,3 juta nasabah. Ada pula pembinaan ekonomi keluarga sejahtera yang menjangkai 276 kabupaten dengan total nilai sebesar Rp 16,4 triliun kepada 4,2 juta nasabah ultra mikro. Rumah Kreatif BUMN (RKB) juga sudah tersebar di 209 lokasi untuk menaikkan kelas ekonomi pelaku UMKM. “Soliditas dan sinergitas antar BUMN harus dimulai dari puncak pimpinan tertinggi masing-masing perusahaan agar memberikan contoh untuk diikuti hingga pekerja di lapangan. BUMN yang bergerak dalam satu industri yang sama sekalipun harus mampu memahami semangat sebagai satu keluarga yang saling bahu membahu mencapai hasil yang lebih besar,” ujar Menteri Rini.

Ia pun menyampaikan bahwa Indonesia diprediksi akan menjadi salah satu negara dengan kekuatan ekonomi besar dunia pada 2045. Untuk mewujudkan harapan tersebut, diperlukan upaya yang lebih optimal dengan menggunakan seluruh sumber daya yang dimiliki, yang diantaranya ada pada BUMN.

HUT BUMN

Memperingati 21 tahun Hari Ulang Tahun(HUT) 13 April 2019 Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga menggelar sejumlah kegiatan sosial dan program menarik sepanjang Maret - April 2019. Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kementerian BUMN. Rangkaian HUT Kementerian BUMN mengusung tema “one family, One Nation, One Vision to Excellence”. Tema tersebut bermakna bahwa BUMN senantiasa memberikan kontribusi yang sebesar-besarnya untuk negeri dan menjadi agent of development serta terus mendorong untuk menjadi pemain dunia, dimana beberapa perusahaan negara seperti Garuda Indonesia, Freeport dan Inalum saat ini telah menjadi pemain kelas dunia.

Aneka kegiatan yang ditujukan bagi seluruh masyarakat di nusantara juga disiapkan seperti program bersih-bersih kampung yang melibatkan kaum milenial dari Aceh hingga Papua. Pada kegiatan BUMN Goes to Kampus, BUMN juga membuka kelas kreatif yang akan diikuti 6 ribu peserta dan membuka program magang mahasiswa bersertifikat bagi 10 ribu peserta serta membuka 11 ribu lowongan kerja dimana 1.000 diantaranya diperuntukkan bagi penyandang disabilitas.

Ada pula lomba lari bertajuk Mandiri Banyuwangi Half Marathon yang diikuti seribu peserta. Selain kategori lari half marathon (21 km), juga dibuka kategori lomba 10K dan 5K. Selain itu, BUMN juga menggelar promo aktivasi LinkAja di seluruh daerah Indonesia. "Aktivasi ini memungkinkan masyarakat membeli bahan-bahan pokok produksi BUMN denganbharga murah,” ujar Menteri Rini. Rini melanjutkan, berbagai rangkaian kegiatan tersebut didesain agar seluruh elemen BUMN dapat menyentuh langsung masyarakat di berbagai lapisan yang menjadi pemangku kepentingan paling utama. “Pada akhirnya, tujuan utama keberadaan BUMN adalah masyarakat. Oleh karena itu, sebagai bentuk syukur kami atas apa yang telah dicapai BUMN, inilah yang kami lakukan sebagai bakti kami kepada masyarakat dan negeri ini,” tuturnya.

Dia menekankan, pihaknya tidak memiliki tujuan lain dari program Bakti Hadir untuk Negeri, selain masyarakat. Harapannya, masyarakat akan semakin dekat dan bangga atas kehadiran BUMN. “Jika kedekatan ini bisa diwujudkan, kami tentu berharap masyarakat akan menjadi bagian dari BUMN serta mendukung BUMN dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya,” tutup Rini.

Editor: Andy Prayogo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved