Anies Baswedan Menilai Pembangunan Sistem Transportasi sebagai Kunci Pembangunan Kota

Anies Baswedan mengakui, perlu lebih banyak lagi rencana pembangunan kota dengan pembangunan sistem transportasi sebagai kunci.

Anies Baswedan Menilai Pembangunan Sistem Transportasi sebagai Kunci Pembangunan Kota
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Proyek strategis tersebut disebutkan Anies meliputi pembangunan jaringan Moda Raya Terpadu (MRT) hingga sepanjang 223 kilometer, Light Rail Transit (LRT) hingga sepanjang 116 kilometer, pembangunan rel layang kereta rel listrik (KRL) pada rute loop line sepanjang 27 kilometer dan perluasan jaringan JakLingko hingga sepanjang 2.149 kilometer. 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan sambutan pada diskusi Sustaining Transit Investment in Asia's Cities (Investasi Transit Berkelanjutan di Kota-kota Asia) di Balai Kota Jakarta.

Anies Baswedan mengakui, perlu lebih banyak lagi rencana pembangunan kota dengan pembangunan sistem transportasi sebagai kunci.

"Kita fokus pada tema yang dibahas hari ini yaitu Sustaining Transit Investment in Asia's Cities. Kita butuh mengadopsi lebih banyak rencana pembangunan kota," ujar Anies di lokasi, Senin (15/4/2019).

Ia mengatakan rencana tersebut telah dibahas sejak 2005 silam dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda).

"Sebab masyarakat Indonesia kimi banyak yang tinggal di perkotaan dibandingkan pedesaan. Bahkan tahun 2050 lebih dari 70 persen populasi dunia akan tinggal di Kota. Karena itu, rencana pembangunan transportasi adalah kuncinya," kata Anies.

Anies menjelaskan bahwa masalah transportasi di Jakarta saat ini adalah penurunan penggunaan kendaraan umum sampai 33 persen dan beralih ke kendaraan pribadi.

Menurut Anies, perubahan ini terjadi selama 20 tahun dan harus segera dituntaskan dengan infrastruktur kendaraan publik Jakarta yang terintegrasi dan terkoneksi di seluruh wilayah Ibu Kota.

"Angka ini harus dikembalikan, bahkan lebih jauh lagi. Kita ingin perbandingannya 75 persen memggunakan transportasi publik, dan sisanya sebanyak 25 persen mengendarai kendaraan pribadi. Tetapi itu semuanya membutuhkan investasi masif dan kebijakan yang konsisten di semua sektor. Bukan hanya satu sektor, tapi semua sektor," ungkap Anies.

Anies menuturkan pembangunan fasilitas transportasi umum massal melalui BRT, MRT, maupun LRT tengah dilakukan dan masih membutuhkan investasi hingga mencapai target penyelesaian 10 tahun ke depan.

Selain pembangunan sektor transportasi, Anies juga bakal menekankan pembangunan di sektor rumah untuk memenuhi kebutuhan dasar tingkat mikro, serta memfasilitasi sektor swasta agar terus tumbuh berkembang di Jakarta.

"Kita ingin mengajak banyak agensi pembangunan internasional untuk membagikan praktik terbaik dan telah dibuktikan dari seluruh dunia. Kita ingin mengadopsinya, bukan sekadar mengadaptasinya," kata Anies.

"Makanya itu dua hal yang berbeda antara adopsi dan adaptasi. Kita tidak ingin sekadar meniru begitu saja tanpa melihat konteks yang terjadi di Jakarta. Targetnya, kita ingin mengubah masyarakat untuk lebih banyak menggunakan kendaraan umum, dibandingkan kendaraan pribadi untuk berpindah dari suatu tempat ke tempat lainnya di Jakarta," tambah Anies.

Anies juga melihat pembangunan infrastruktur publik di Jakarta membawa nilai persatuan dan menjadi tempat interaksi warga tanpa memandang latar belakangnya.

Anies mencontohkan, transportasi modern MRT Jakarta yang dapat digunakan oleh siapa saja tanpa memperlihatkan adanya kelas bisnis ataupun kursi prioritas kecuali bagi penyandang disabilitas, orang tua dan ibu membawa anak.

Diketahui kegiatan diskusi ini dihadiri juga oleh Vice President for Knowledge Management and Sustainable Development Asian Development Bank (ADB) Bambang Susantono, Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar, Direktur Operasi II PT Adhi Karya Pundjung Setya Brata dan Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI Astera Primanto Bhakti.

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved