Destinasi

Gubernur Sebut Kawasan Banten Lama akan Dilengkapi Homestay

Fasilitas istirahat bagi para peziarah tersebut rencananya akan menggunakan rumah milik warga sekitar dengan sistem kerja sama bagi hasil.

Gubernur Sebut Kawasan Banten Lama akan Dilengkapi Homestay
Wartakotalive/Andika Panduwinata
Gubernur Banten Wahidin Halim 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Andika Panduwinata

SERANG, WARTAKOTALIVE.COM -- Gubernur Banten, Wahidin Halim mengungkapkan bahwa kedepan kawasan Banten Lama yang saat ini terus direvitalisasi oleh Pemprov Banten, akan dilengkapi dengan homestay atau rumah singgah. Fasilitas istirahat bagi para peziarah tersebut rencananya akan menggunakan rumah milik warga sekitar dengan sistem kerja sama bagi hasil.

Pria yang akrab disapa WH ini menyatakan keinginannya untuk menjadikan Banten Lama senyaman mungkin untuk didatangi peziarah maupum wisatawan. Oleh karenanya, selain melakukan revitalisasi, Pemprov juga akan mengoptimalkan fasilitas pendukung lainnya, salah satunya adalah pembuatan rumah singgah.

“Nanti kita kerja samakan itu, ada usaha di bidang home stay yang gabung sama Ibis (salah satu jaringan hotel ternama)," ujar Wahidin dalam keterangannya kepada Warta Kota, Minggu (14/4/2019).

Gubernur menuturkan, pembangunan rumah singgah dimaksudkan untuk membangkitkan ekonomi warga sekitar Banten Lama. Inisiasi itu dilontarkan setelah melihat adanya peluang dengan melihat jumlah peziarah yang berdatangan dari luar Banten dengan jumlah yang sangat banyak.

Sehingga, membutuhkan tempat istirahat setelah lelah menempuh perjalanan jauh. Untuk peluang tersebut, Pemprov akan menggandeng warga sekitar Banten Lama karena homestay nantinya akan menggunakan rumah atau kamar milik warga dengan menerapkan sistem bagi hasil.

“Iya Ibis bangun kerja sama dengan masyarakat. Jadi biar saja masyarakat dengan kondisi begitu, tapi mungkin ruangannya kita perbaiki, kita kan punya program rutilahu (rumah tidak layak huni). Kalau orang berdua kan satu orang (penyewa bisa bayar) Rp 100.000, dua orang Rp 200.000. Paling tidak bisa secara ekonomi meningkat,” ucap Gubernur.

Rencana tersebut, kata Gubernur, sudah mulai digarap tahun ini dimulai dengan melakukan pendataan. Selain itu, saat ini Pemprov juga tengah berupaya membenahi sanitasi di kawasan Banten Lama dengan membangun terminal air.

“Sekarang kita data dulu, sertifikasinya, tanahnya apakah sudah bersertifkasi. Nanti kalau revitalisasi rampung, kawasan harus ada PDAM (perusahaan daerah air minum) di situ. Akan ada terminal air yang bisa kita simpan airnya di sana,” kata WH.

Tak berhenti sampai disitu, untuk menambah daya pikat agar masyarakat luar Banten datang ke sana, Pemprov juga telah merancang pembangunan sejumlah fasilitas lainnya. Seperti dibangunnya pusat kajian kitab Syekh Nawawi, rumah tahfidz, hingga debus.

“Kita tidak hanya ingin membangun lingkungan masjid saja, tapi kita juga membangun budaya, membangun ekonomi, membangun sosialnya. Makanya di beberapa titik nanti ada pusat kajian kitab, kitab Syekh Nawawi, ada rumah tahfid sampai ada rumah debus,” tutur Gubernur.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Tri Nurtopo menambahkan pembenahan juga akan menyentuh pada pengaturan parkir kendaraan bagi peziarah. Pihaknya akan mengatur sistem perparkiran agar memudahkan peziarah mengakses kawasan.

“Senin depan kita akan rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait soal parkir,” papar Tri. (dik)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved