Bus AKDP dan AKAP Dilarang Angkut Penumpang di Jalan, Jika Bandel Dicabut Izin Trayeknya!

Tidak ada toleransi bagi bus yang menunggu atau mencari penumpang di pool atau agen pinggir jalan, semua harus masuk ke dalam Terminal Jatijajar

Bus AKDP dan AKAP Dilarang Angkut Penumpang di Jalan, Jika Bandel Dicabut Izin Trayeknya!
Warta Kota/Gopis Simatupang
Bus AKAP belum banyak tampak di Terminal Jatijajar, Jalan Raya Bogor, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Kamis (14/3/2019). 

Tak hanya armada bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang diwajibkan mengangkut penumpang di dalam Terminal Jatijajar, Tapos, Kota Depok, sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota Depok, seluruh bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) juga diharuskan masuk ke terminal.

Pemberlakuan ini dimulai Sabtu (13/4) lalu. Sebelumnya armada bus AKAP telah lebih dulu menerapkan ketentuan itu satu bulan lebih awal.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana, menegaskan, siapapun yang melanggar ketentuan itu akan ditindak tegas. Bagi yang membandel terancam sanksi hingga pencabutan izin trayek.

"Tidak ada toleransi bagi bus yang selama menunggu atau mencari penumpang di pool atau agen pinggir jalan, semua harus masuk ke dalam Terminal Bus Jatijajar," ujar Dadang kepada wartawan, Minggu (14/4/2019) kepada Wartakotalive.com.

Dadang mengatakan, sejak awal ketentuan itu sudah disosialisasikan kepada perusahaan otobus (PO), yakni bus AKAP masuk Terminal Bus Jatijajar mulai 13 Maret 2019 dan bus AKDP sejak 13 April 2019.

"Kami ingin mengoptimalkan keberfungsian Terminal Bus Jatijajar. Sehingga, diharapkan nantinya tidak ada lagi bus yang ngetem di UI (Universitas Indonesia), pertigaan PAL Kelapa Dua, pinggir Jalan Raya Bogor, Jalan Raya Juanda dan Jalan Raya Margonda," jelas Dadang.

Dia menyampaikan, jumlah bus berbagai jurusan dari Kota Depok ke sejumlah kota di Pulau Jawa dan Sumatera yang masuk ke Terminal Bus Jatijajar sekitar 60 unit.

Guna mencegah bus AKAP maupun AKDP membandel, jelas Dadang, tiap harinya petugas Dishub Kota Depok akan berpatroli di sejumlah kawasan, seperti pertigaan Jalan Juanda/Tol Cijago, pertigaan Simpang Depok, pertigaan Simpang Margonda, termasuk pool bus di samping kantor Wali Kota Depok.

Untuk diketahui, setelah diresmikan pada September tahun 2018,Terminal Jatijajar di Jalan Raya Bogor, Kecamatan Tapos, Kota Depok, mulai beroperasi sejak Rabu (13/3/2019). Pengoperasian Terminal Jatijajar berada di bawah komando Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dengan tim terpadu beranggotakan Dishub Kota Depok, Dishub Kabupaten Bogor, Polresta Depok, dan Polres Bogor.

"Nanti skemanya, bus masuk lewat Tol Citeureup-Cibinong, masuk Terminal Jatijajar. Sedangkan bus yang keluar dari terminal, langsung masuk ke Tol Cijago. Rutenya seperti itu," jelas Dadang.

Disampaikan Dadang, setelah bus AKAP dan AKDP pergi ke Jatijajar, Terminal Margonda akan difokuskan untuk moda transportasi lain seperti bus Transjakarta untuk mengoneksika Depok-Jakarta, bus bandara, dan angkutan kota (angkot).

"Nanti kami akan aktifkan kembali rute-rute yang hilang seperti ke Blok M dan lain-lain," imbuhnya.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved