Pengedar Sabu Berpistol Gas Jenis Taurus di Bekasi Ditangkap

Satu pelaku di antaranya bahkan dibekali senjata api gas jenis Taurus yang digunakan untuk gagah-gagahan.

Pengedar Sabu Berpistol Gas Jenis Taurus di Bekasi Ditangkap
Tribun Lampung
Ilustrasi 'airsoft gun' 
Sebanyak dua pengedar narkotika jenis sabu ditangkap polisi di daerah Kabupaten Bekasi.
Satu pelaku di antaranya bahkan dibekali sepucuk senjata api gas jenis Taurus yang digunakan untuk gagah-gagahan.
Kepala Sub Bagian Humas Polrestro Bekasi AKP Sunardi mengatakan dua pelaku yang diamankan berinisial RK (30) dan R (41).
Dari dua pelaku itu, kata dia, tersangka RK yang dibekali senjata api gas untuk melindungi diri.
"Tersangka RK membawa senjata api gas sehingga membuat masyarakat resah yang melihatnya," kata Sunardi pada Sabtu (13/4/2019).
Sunardi mengatakan, kedua tersangka diamankan di tempat berbeda.
Polisi lebih dulu mengamankan RK di rumahnya Perumahan Graha Mutiara Setu, Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu pada Kamis (11/4/2019).
RK diamankan berdasarkan laporan masyarakat yang resah melihatnya membawa senjata api sekaligus curiga dengan gelagatnya.
"Laporan masyarakat kita tindaklanjuti dan saat digeledah petugas menemukan satu bening plastik klip bening berisi sabu," ujar Sunardi.
Kepada penyidik, tersangka mengaku memeroleh barang haram itu dari rekannya berinisial R.
Tanpa pikir panjang, penyidik mengamankan R sehari kemudian atau Jumat (12/4/2019), berikut barang bukti berupa sabu seberat satu gram, sehingga bila ditotal ada 2 gram sabu yang diamankan penyidik.
"Sabu yang diamankan dari R rencananya akan dijual kembali kepada RK, sehingga bila ditotal ada 2 gram sabu," ungkapnya.
Petugas kepolisian, kata Sunardi, masih mengembangkan kasus ini untuk menangkap pemasok barang haram tersebut. Setelah diinterogasi, tersangka R ini mengaku mendapatkan barang tersebut dari WE (DPO) di daerah Kwitang, Senen, Jakarta Pusat," jelasnya.
Akibat perbuatannya, tersangka RK dan R dikenakan Pasal 114 ayat (1) Sub Pasal 112 ayat (1) UU RI  Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup dan denda sebesar Rp 1 miliar.
Selain itu, atas kepemilikan senjata api gas, tersangka RK juga dikenakan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12/DRT/1951 jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved