Pilpres 2019

Demi Komitmen Pemilu Damai, Polrestro Bekasi Kota Undang Pimpinan Parpol saat Masa Tenang Kampanye

KAPOLRESTRO Bekasi Kota Komisaris Besar Indarto berencana akan mengundang para pimpinan partai politik dan tim sukses di wilayah setempat.

Demi Komitmen Pemilu Damai, Polrestro Bekasi Kota Undang Pimpinan Parpol saat Masa Tenang Kampanye
Wartakotalive.com/Fitriyandi Al Fajri
Personel kepolisian Metro Kota Bekasi saat apel di Alun-alun Kota Bekasi, Sabtu (13/4/2019). Kapolrestro Bekasi Kota Komisaris Besar Indarto berencana akan mengundang para pimpinan partai politik dan tim sukses di wilayah setempat untuk berkomitmen Pemilu Damai. 

"Saya berharap agar pemilu nanti berjalan damai, kondusif dan tentram. Jangan ada intimidasi maupun hasutan apalagi yang mengancam keselamatan petugas atau masyarakat karena akan kami tindak tegas."

KAPOLRESTRO Bekasi Kota Komisaris Besar Indarto berencana akan mengundang para pimpinan partai politik dan tim sukses di wilayah setempat.

Mereka diminta membuat komitmen agar menjaga persaudaraan saat Pemilihan Umum (Pemilu) dan menyatakan kesiapannya bila kalah dalam ajang ini.

"Di masa tenang kampanye saya akan undang para pimpinan politik dan tim sukses untuk berkumpul dan doa bersama di polres," kata Indarto saat apel gelar pasukan pengamanan tempat pemungutan suara (TPS) di Alun-Alun Kota Bekasi, Sabtu (13/4/2019).

Perkuat Pengamanan, Polrestro Bekasi Kota Tambah Personel saat Pemilu

Kapolrestro Bekasi Kota Komisaris Besar Pol Indarto saat apel gelar pasukan pengamanan TPS di Alun-Alun Kota Bekasi, Sabtu (13/4/2019).
Kapolrestro Bekasi Kota Komisaris Besar Pol Indarto saat apel gelar pasukan pengamanan TPS di Alun-Alun Kota Bekasi, Sabtu (13/4/2019). (Wartakotalive.com/Fitriyandi Al Fajri)

Indarto mengatakan para peserta pemilu harus berjiwa besar bila kalah dalam pemilu. Jangan sampai kekalahan yang diterima justru menjadi polemik di kemudian hari.

Apalagi mereka dianggap mengerti tentang konsekuensi dari pesta demokrasi ini.

Apabila dinyatakan menang, mereka berhak menduduki parlemen atau lembaga pemerintahan, sedangkan bila kalah harus menerima menjadi masyarakat biasa atau sipil.

"Saya berharap agar pemilu nanti berjalan damai, kondusif dan tentram. Jangan ada intimidasi maupun hasutan apalagi yang mengancam keselamatan petugas atau masyarakat karena akan kami tindak tegas," jelas Indarto. 

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved