Bawaslu Kota Bekasi segera Panggil Lurah Aren Jaya Buntut Surat Kerahkan Massa ke GBK

Surat beredar agar mereka mengikuti kampanye akbar calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Bawaslu Kota Bekasi segera Panggil Lurah Aren Jaya Buntut Surat Kerahkan Massa ke GBK
Warta Kota/Istimewa
Massa yang dikerahkan diduga karena surat yang beredar dari lurah yang terbongkar. 

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bekasi berencana akan memanggil Lurah Aren Jaya Ani Rusiani ihwal surat edaran kepada Ketua RW setempat agar mengerahkan Ketua RW dan tokoh masyarakat untuk ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Kedatangan mereka ke sana disinyalir mengikuti kampanye akbar calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin karena di saat yang sama Joko Widodo dan Ma'ruf Amin juga mengadakan kampanye di lokasi tersebut.

"Secepatnya akan kita panggil lurahnya untuk diminta klarifikasi," kata Komisioner Bawaslu Kota Bekasi Ali Mahyail pada Sabtu (13/4/2019).

Ali mengatakan, bila terbukti benar, maka yang bersangkutan bisa dinyatakan melanggar peraturan yang berlaku.

Selebaran seruan kepada pengurus RT dan RW di lingkungan Kelurahan Arenjaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi viral di media sosial.
Selebaran seruan kepada pengurus RT dan RW di lingkungan Kelurahan Arenjaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi viral di media sosial. (Warta Kota/Muhammad Azzam)

Hal ini sebagaimana dalam UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Dalam Pasal 283 ayat 1 disebutkan pejabat negara, pejabat struktural dan pejabat fungsional dalam jabatan negeri serta aparatur sipil negara (ASN) lainnya dilarang mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap peserta pemilu sebelum, selama dan sesudah masa kampanye.

Bila mengacu pada payung hukum itu, kata Ali, dijelaskan bahwa ASN dilarang mengadakan kegiatan yang mengarah keberpihakan kepada peserta pemilu.

Tidak hanya itu, tetapi di UU Nomor 5 tahun 2014 ASN juga disebutkan bahwa ASN harus bersikap netral dan dilarang berpolitik praktis.

"Kita sebetulnya sudah memantau surat itu sejak tadi pagi dan memang berencana akan mengecek langsung ke lurahnya. Namun kita masih mencari bukti fisik dari surat itu dulu untuk mempercepat proses (penanganan)," ungkapnya.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved