Ini Ciri-ciri Penculik Anak di Bekasi, Sempat ke Warung Beli Biskuit dan Kerap Menunduk

PENCULIK balita usia tiga tahun di Bintara Jaya III, Bekasi Barat, Kota Bekasi, sempat membelikan makanan sebelum membawa kabur balita tersebut.

Ini Ciri-ciri Penculik Anak di Bekasi, Sempat ke Warung Beli Biskuit dan Kerap Menunduk
WARTA KOTA/MUHAMMAD AZZAM
Balita berusia tiga tahun yang diculik di lingkungan Masjid Al-Amin, Bintara Jaya III, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Selasa (9/4/2019) sekitar pukul 10.00 WIB. 

Setelah melihat rekaman CCTV tersebut, Sri bersama orang tua anak tersebut melaporkan kejadian penculikan ini ke kantor polisi setempat.

Tagar AU Juga Bersalah Jadi Trending Topic, Ada yang Samakan Korban Seperti Ratna Sarumpaet

"Saya baru kepikirian CCTV. Saat dicek benar ada yang culik cucu saya. Langsung hari itu juga ibunya buat laporan polisi," ucapnya.

Sri menjelaskan, cucunya itu tinggal bersamanya, sebab orang tuanya sedang tidak berada di rumah.

3. Pelaku Belikan Makanan dan Mainan

Jemaah yang ada di dalam rekaman aksi penculikan anak di Bekasi itu bernama Ahmad.

Saat peristiwa penculikan anak tersebut, Ahmad sedang duduk di teras tak jauh dari lokasi ibu yang diduga pelaku penculikan.

Ia mengaku sempat melihat korban. Tetapi, dirinya tidak mengetahui kalau saat itu korban bersama seorang penculik.

Siang Ini Prabowo Bakal Ungkap 80 Nama yang akan Membantunya Jika Terpilih Menjadi Presiden

"Saya sempat lihat lagi diajak ngobrol, dikasih makan. Terus gendong, tapi enggak tahu kalau itu penculik. Saya lihat selintas gitu aja, sebentar aja di lokasi," ungkapnya.

Kemudian, seorang jemaah yang terlihat dalam rekaman CCTV itu, merupakan seorang marbot masjid bernama Sutarno.

Ia juga mengaku sempat melihat balita tersebut bersama seorang wanita paruh baya. Namun, ia tidak menyadari kalau wanita itu merupakan penculik.

Dua Tahun Kasus Penyerangan Novel Baswedan Tak Terungkap, Jokowi: Tanya Tim Gabungan

"Saya lihat anak itu lagi asyik main ngobrol sama ibu-ibu umuran cukup tua, sudah nenek-nenek lah. Anaknya dibeliin makanan sama mainan. Tapi saya enggak sadar itu mau nyulik, saya lewat gitu aja masuk ke masjid," paparnya.

Sutarno menjelaskan, dari tampilannya, nenek itu seperti nenek-nenek sayang cucu. Korban juga bercanda dan mengobrol dengan nenek itu.

"Itu jadi saya kira itu kan memang cucunya. Di sini soalnya kan dekat sekolah TK," ucapnya.

Heboh ‎Surat Suara Tercoblos di Malaysia, Jokowi: Polisi Harus Tegas!

Ia mengungkapkan pelaku ketika itu sendirian membawa tas selempang.

4. Pelaku Sering Ada di Lokasi Penculikan

Sutarno, seorang marbot masjid menjelaskan, terduga pelaku sering datang ke masjid itu, tetapi tidak ada hal yang mencurigakan.

"Pernah beberapa kali ke sini, enggak ada yang mencurigakan. Nongkrong aja dia bawa tas sama pakaian. Umur sekitar 60, enggak pernah ngobrol. Orangnya sih sehat, enggak terlihat gangguan jiwa," paparnya.

Ia menambahkan, pelaku berada di lokasi sekitar 10 menit. Kemudian, anak itu digendong dan dibawa pelaku menuju jalan raya.

Luhut Panjaitan Kaitkan Kasus Surat Suara Tercoblos di Malaysia dengan Kasus Penganiayaan Siswi SMP

"Memang kalau saya lihat anak ini berani suka main ke sana ke sini. Sering main juga ke lingkungan masjid," bebernya.

5. Ibu Korban Mohon Anaknya Dikembalikan

Aprilina Lestari (18), orang tua Anisa Suci Ardiwibowo (3), menangis memohon kepada penculiknya agar anaknya segera dikembalikan.

"Saya mohon kepada ibu yang menculik anak saya segera kembalikan anak saya, saya mohon. Saya sayang sama dia, kasihan anak saya," kata Aprilina.

Aprilina yang tak bisa membendung air matanya, berharap agar anaknya bisa pulang dengan selamat.

Politikus PDIP Masinton Pasaribu Ungkap Kejanggalan Temuan Surat Suara Tercoblos di Malaysia

"Kalau memang ibu sayang sama anak saya, tolong kembalikan anak saya. Anak saya jangan diapa-apakan," pintanya.

"Kalau memang ibu sayang suka sama anak saya, bukan begitu saja. Ibu datang main saja ke rumah, enggak apa-apa kok. Saya tiap hari kerja buat nafkahi anak, tapi malah ibu yang bawa anak saya," tambahnya, dengan wajah berlinang air mata. 

Aprilina Lestari (18), ibu korban, berharap anaknya bisa segera ditemukan.

Ikan Bertuliskan Jokowi dan Prabowo Ini Dibanderol Seharga Motor, Para Tim Sukses Silakan Merapat

"Harapan semoga anak saya bisa segera ditemukan. Tolong ibu yang bawa anak saya kembalikan anak saya," ungkapnya saat ditemui Wartakotalive.com, di Mapolrestro Bekasi Kota, seusai memberikan keterangan kepada penyidik, Rabu (10/4/2019) malam.

Aprilina mengungkapkan, saat diculik anaknya menggunakan baju berwarna pink dan celana leging hitam.

Ada pun cirinya, anaknya berambut ikal dengan panjang seleher.

Sudah Ditahan Kejaksaan, Pekan Depan Adi Saputra Sang Unboxing Motor Mulai Disidang

"Ciri-ciri yang menonjol ada bekas bisul di dagunya. Soalnya habis kena bisul, bekas bisulnya masih ada, kan belum kempes bangat," jelasnya.

Sejauh ini, dirinya telah berusaha mencari anaknya di sejumlah tempat, mulai dari stasiun kereta api, rumah sakit, hingga alun-alun pusat keramaian.

"Saya juga sudah cari ke Pondok Gede, Taman Mini, Pulogebang. Saya juga sudah sebar ke media sosial, ke grup pengajian, kantor sama grup teman-teman. Semoga cepat ketemu," harapnya.

Dahnil Anzar Bakal Bersaksi, Ratna Sarumpaet: Aku Tahu Kok Ini Politik, Saya Enggak Sebodoh Itu Juga

Aprilina juga memohon kepada penculiknya agar anaknya segera dikembalikan.

"Saya mohon kepada ibu yang menculik anak saya segera kembalikan anak saya, saya mohon. Saya sayang sama dia, kasihan anak saya," pintaa Aprilina.

Aprilia berharap agar anaknya bisa pulang dengan selamat.

Kronologi Kapal Patroli Indonesia Diteror Speedboat dan Helikopter Malaysia Saat Ciduk Pencuri Ikan

"Kalau memang ibu sayang sama anak saya, tolong kembalikan anak saya. Anak saya jangan diapa-apakan," tuturnya.

"Kalau memang ibu sayang suka sama anak saya, bukan begitu saja. Ibu datang main saja ke rumah, engga apa-apa kok. Saya tiap hari kerja buat nafkahi anak, tapi malah ibu yang bawa anak saya," ujarnya dengan wajah berlinang air mata. (*)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved