Berita Video

VIDEO: Driver Ojol Nyambi Jualan Sabu Diciduk di Pasarminggu

AFP mengaku sudah menjadi perantara jual beli narkoba sejak enam bulan lalu. Namun, polisi tidak begitu saja percaya.

Satuan Narkoba Polrestro Jakarta Selatan membekuk AFP (20), seorang driver yang punya pekerjaan sampingan sebagai kurir narkoba jenis sabu. Ia diamankan polisi di rumah kontrakannya di Pejaten Timur, Pasar Minggu saat hendak melakukan transaksi narkoba jenis sabu.

Kasat Narkoba Kompol Vivick Tjangkung mengungkapkan, pelaku menjadi target incarannya setelah sejumlah laporan masyrakat masuk dan memberitahukan kecurigaan tentang profesi pelaku.

"Pelaku ini ditangkap Selasa (9/4/2019) malam di rumah kontrakannya. Petugas menemukan narkotika jenis sabu seberat lima gram yang disimpan di dalam kulkas," ungkap Kompol Vivick saat merilis penangkapan di Mapolrestro Jakarta Selatan, Kamis (11/4/2019) petang.

Saat diintrograsi, pelaku menunjukkan sabu lainnya yang ia sembunyikan di kontrakannya. Dari tangan AFP, polisi mengamankan 10 bungkus plastik klip transparan berisi sabu dengan berat bruto 51,9 gram, dua bungkus plastik berisi sabu 10,8 gram, tiga bungkus plastik berisi sabu seberat 3,7 gram, satu paket narkoba jenis ganja dengan berat 43,7 gram dan satu buah timbangan digital berbentuk mouse komputer.

Kompol Vivick menambahkan, peran pelaku adalah sebagai kuda yang bertugas mendistribusikan narkoba dari kurir ke pembeli.

"Dia mengaku tak kenal siapa bandarnya. Dia hanya diminta mengambil narkoba di suatu tempat di pinggir Jalan Pademangan, Jakarta Utara. Kemudian dia dihubungi bandarnya diminta menyerahkan sabu itu ke pemesan," ungkapnya.

AFP mengaku sudah menjadi perantara jual beli narkoba sejak enam bulan lalu. Namun, polisi tidak begitu saja percaya. Polisi menduga, pelaku adalah pemain lama.

"Dia ini pemakai juga. Nggak bisa beli sabu kemudian ia jadi perantara dan mendapatkan imbalan sabu gratis. Sebagian dia pakai sendiri, sebagian lagi dia jual," ungkapnya.

Pelaku dijerat pasal 114 ayat 2 sub pasal 112 ayat 2 jo pasal 111 ayat 1 UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana seumur hidup atau paling ringan en tahun dan paling lama 20 tahun.

Pengembangan

Halaman
12
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved