Pencemaran Kali Bekasi

Enam Perusahaan Bantah sebagai Pemilik Saluran Ilegal di Kali Bekasi

Mereka berdalih tidak mengetahui pemilik saluran berdiameter satu meter ini yang difungsikan sebagai saluran pembuang limbah bahan berbahaya

Enam Perusahaan Bantah sebagai Pemilik Saluran Ilegal di Kali Bekasi
Wartakotalive.com/Fitriyandi Al Fajri
Petugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi menemukan saluran ilegal di bawah Kali Bekasi, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi. Saluran berdiameter satu meter ini diduga dibuat oleh salah satu dari enam perusahaan di wilayah setempat untuk membuang limbah berbahaya ke Kali Bekasi. 

BEKASI, WARTAKOTALIVE.COM -- Enam perusahaan di wilayah Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi kompak tidak mengaku sebagai pemilik saluran ilegal yang tertanam di Kali Bekasi sedalam dua meter.

Mereka berdalih tidak mengetahui pemilik saluran berdiameter satu meter ini yang difungsikan sebagai saluran pembuang limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

"Mereka sudah kita minta klarifikasinya atas keberadaan saluran ilegal itu dari Selasa (9/4) sampai Kamis (11/4), dan mereka kompak membantah sebagai pemilik saluran itu," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Jumhana Luthfi pada Kamis (11/4).

Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Ungkap Temukan Saluran Ilegal di Kali Bekasi

Kali Bekasi Kembali Berbusa, Wakil Wali Kota Bekasi Heran

Pencemaran Kali Bekasi Diduga Berasal dari Limbah Deterjen Perusahaan Laundry

Luthfi mengatakan, bantahan yang disampaikan enam perusahaan itu merupakan hak mereka.

Namun petugas tidak hilang akal, dalam waktu dekat petugas akan memeriksa dokumen Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) termasuk mengeceknya secara langsung.

"Secepatnya akan langsung cek, nanti kita coba undang pihak kepolisian untuk mendampingi pengecekan ini," ujarnya.

Menurut dia pendampingan pemeriksaan IPAL di perusahaan dengan aparat penegak hukum merupakan tindaklanjut dari penandatanganan Peraturan Bersama.

Pada Senin (8/4) lalu Pemerintah Kota Bekasi meneken Peraturan Bersama dengan Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota, Kodim 05/07 Bekasi dan Kejaksaan Negeri Bekasi dalam penegakkan hukum lingkungan.

"Peraturan Bersama ini diteken agar pengelolaan sampah B3 dan non B3 lebih tertata, serta pencegahan pembuangan limbah yang berpotensi meruksan lingkungan juga bisa lebih diantisipasi," imbuhnya.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Kustantinah Puji Wahyuni menambahkan, dengan adanya penandatangan Peraturan Bersama ini maka peran pemerintah daerah bisa semakin kuat.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved