Berita Bekasi

Terungkap, Genangan TPA Sumurbatu dan TPST Bantargebang Sudah Terjadi Sejak 3 Bulan

Genangan TPA Sumurbatu dan TPST Bantargebang Sudah Terjadi Sejak 3 Bulan. Kali Asem tersumbat sampah sehingga air meluap ke permukaan jalan.

Terungkap, Genangan TPA Sumurbatu dan TPST Bantargebang Sudah Terjadi Sejak 3 Bulan
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Zona III TPA Sumurbatu mengalami longsor pada Senin (8/4) malam. Akibatnya lintasan truk di TPA Sumurbatu dan TPST Bantargebang mengalami genangan karena tumpukan sampah yang longsor menyumbat Kali Asem di sana, Selasa (9/4/2019). 

Genangan TPA Sumurbatu dan TPST Bantargebang Sudah Terjadi Sejak 3 Bulan. Kali Asem tersumbat sampah sehingga air meluap ke permukaan jalan lintasan truk.

WARGA yang tinggal di dekat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumurbatu dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, mengungkap genangan setinggi 5-15 sentimeter di sana sebetulnya sudah terjadi sejak tiga bulan lalu.

Masyarakat setempat bahkan sudah mengingatkan Pemerintah Kota Bekasi selaku pemilik TPA Sumurbatu untuk memperbaiki sistem pembuangan di zona III.

"Sudah sering saya sampaikan ke Dinas Lingkungan Hidup maupun ke Bapak Wali Kota Bekasi agar saluran di zona III yang terjadi longsor di sana, untuk segera ditangani karena menjadi salah satu penyebab genangan ini," kata Wandi pada Selasa (9/4/2019).

Warga Kampung Cikiwul RT 05/04, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi ini menuturkan, zona III yang merupakan layanan tambahan untuk menampung sampah warga Kota Bekasi terdapat kesalahan di bidang konstruksi.

Panggilan Reino Barack ke Syahrini di Depan Jamaah Pengajian Viral di Instagram, Jamaah Pun Bersorak

Terungkap Ahmad Dhani Kikuk di Depan Maia Estianty & Mulan Jameela dari Video Jadul Mama Lauren

Tiket Promo Garuda Indonesia Masih Ada 170.000 Kursi, Diskon hingga 65 Persen, Ini Daftar Rutenya

Kata dia, tidak ada saluran air di zona III, sehingga air licit atau lindi dari tumpukan sampah cenderung naik ke permukaan lintasan truk dan terbuang ke Kali Asem tanpa diolah mesin Instalasi Pengolahan Air Sampah (IPAS).

"Sebetulnya IPAS sudah ada di zona itu cuma jaraknya agak jauh dan kondisinya memprihatinkan. Harusnya air dari tumpukan sampah diolah IPAS dulu, setelah dinyatakan sesuai baku mutu lingkungan baru dibuang ke Kali Asem," imbuh Wandi.

Bukan hanya air licit dan air lindi, kata Wandi, sejumlah sampah juga banyak yang meluber ke Kali Asem.

Dampaknya, Kali Asem tersumbat sampah sehingga air meluap ke permukaan jalan lintasan truk yang terjadi pada Selasa (9/4/2019) ini.

"Kalau tidak ada longsor dan dibuatkan saluran air, sudah tentu genangan tidak akan terjadi," katanya. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved