Seorang Remaja Terkapar Dibacok Orang Tak Dikenal di Cibitung Jalani Perawatan di Rumah Sakit

Akibat bacokan itu, korban mengalami luka robek di bagian perut sehingga harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit.

Seorang Remaja Terkapar Dibacok Orang Tak Dikenal di Cibitung Jalani Perawatan di Rumah Sakit
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Korban terbaring tak berdaya karena dibacok orang tak dikenal di Bekasi. 

Seorang remaja bernama Muhammad Fakhri (16) terkapar bersimbah darah akibat dibacok orang tak dikenal di Kampung Selang Cau RT 04/12, Wanasari, Cibitung, Kabupaten Bekasi pada Senin (8/4/2019) dini hari.

Akibat bacokan itu, korban mengalami luka robek di bagian perut sehingga harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit.

Ayah korban, Kaniman (42) mengatakan sang anak masih mendapat perawatan di Rumah Sakit Medika Cibitung, Kabupaten Bekasi.

Dia mengetahui, Fakhri menjadi korban kejahatan, saat mendapat telepon dari pihak rumah sakit.

"Dini hari, pihak rumah sakit menghubungi saya, tanpa pikir panjang saya langsung ke lokasi untuk mengeceknya," kata Kaniman pada Selasa (9/4/2019).

Kepada Kaniman, petugas rumah sakit menjelaskan bahwa Fakhri menderita luka robek di perut akibat dibacok senjata tajam. Namun pihak rumah belum bisa memastikan jenis senjata tajam yang digunakan pelaku untuk melukai anaknya.

"Awalnya warga melihat anak saya sudah dalam kondisi tergeletak di jalan. Mereka lalu membawa anak saya ke rumah sakit untuk diobati," ungkap warga Kampung Cibitung, Desa Telaga Asih, Kecamatan Cikarang Barat ini.

Kaniman tidak mengetahui motif pembacokan yang dialami Fakhri. Sesaat setelah berangkat dari rumah menuju ke rumah kerabatnya yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Tiba-tiba di tengah perjalanan Fakhri dijegat orang tak dikenal dengan membawa senjata tajam. Melihat gelagat tidak baik, kata dia, Fakhri langsung turun dari sepeda motor dan berusaha lari.

Namun, korban dikejar oleh para pelaku dan langsung dibacok hingga bersimbah darah. Puas melihat korban terkapar, para tersangka yang diperkirakan berjumlah lebih dari dua orang itu langung melarikan diri dan meninggalkan korban yang terkapar bersimbah darah.

"Saya nggak tahu apa motifnya karena barang berharga milik Fakhri seperti sepeda motor, dompet dan telepon genggam tidak dirampas oleh pelaku," jelasnya.

Tak terima anaknya menjadi korban pembacokan, orang tuanya langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian. Petugas langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi kejadian. "Kita serahkan kasus ini kepada pihak kepolisian agar secepatnya bisa mengungkap pelakunya," kata Kaniman.

Kepala Unit Reskrim Kepolisian Sektor Cikarang Barat, Iptu Elman membenarkan peristiwa tersebut. Hingga kini, penyidik masih melakukan pendalaman dan memeriksa saksi di lokasi kejadian.

"Kita sudah lakukan olah tempat kejadian, dan kita duga pelaku lebih dari satu orang, namun untuk memastikanya kita masih lidik. Dan korban masih belum bisa dimintai keterangan, karena mengalami luka cukup serius," kata Elman.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved