Polisi Minta Dinas Lingkungan Hidup Depok Mengganti Tali Sling Baja Pembatas Jalan Raya Margonda

Sutomo menuturkan, usulan itu akan disampaikan karena keberadaan sling baja terbukti membahayakan pengguna kendaraan, seperti yang dialami Ita Sachari

Polisi Minta Dinas Lingkungan Hidup Depok Mengganti Tali Sling Baja Pembatas Jalan Raya Margonda
Warta Kota/Gopis Simatupang
Saat rekonstruksi, polisi menandai sejumlah titik sepanjang kira-kira 50 meter yang berkaitan dengan kecelakaan itu dengan cat putih. 

Pihak Satuan Lalu Lintas Polresta Depok mengusulkan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, untuk meninjau ulang keberadaan tali sling di taman median jalan di sepanjang Jalan Raya Margonda, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok.

Imbauan ini disampaikan menyusul terjadinya musibah kecelakaan maut yang dialami Ita Sachari (27), seorang pekerja kafe, pada Senin (8/4) pagi. '

Polisi menyelidiki kasus kecelakaan yang menimpa perempuan warga Pabuaran, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, ini karena dipandang tak lazim. Dalam kejadian itu, kepala Ita pisah dari badannya diduga akibat terkena tali sling baja tersebut.

"Kita akan menyurati Dinas Lingkungan Hidup agar jangan pakai kawat sling baja untuk pagar pembatas jalan," ujar Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Depok, Komisaris Polisi Sutomo, Selasa (9/4).

Sutomo menuturkan, usulan itu akan disampaikan karena keberadaan sling baja terbukti membahayakan pengguna kendaraan, seperti yang dialami Ita Sachari. Apalagi sling baja lama-lama berkarat dan tajam.

"Kawat sling baja itu kena panas, hujan, setiap hari sehingga karatan akhirnya tajam kayak pisau," bilang Sutomo.

Dia mengusulkan agar ke depannya pihak DLHK tidak perlu menggunakan sling baja untuk memagari taman di median jalan. Dia memahami kawat itu juga berfungsi mencegah pejalan kaki menyeberang sembarangan. Namun, menurutnya penggunaan tanaman saja sudah cukup.

Dievaluasi

Menanggapi usulan Satlantas Polresta Depok, Sekretaris DLHK Kota Depok, Mohammad Ridwan, berjanji akan mengevaluasi keberadaan kawat sling baja di taman median jalan. Sejumlah alternatif pengganti kawat sling baja itu tengah dalam pembahasan. Salah satunya mengganti dengan pagar tanaman.

"Saat ini sedang kita evaluasi untuk dicari penggantinya. Diganti dengan tanaman hidup yang baru terpikir, tapi itu juga lagi alternatif," ujar Ridwan kepada wartawan.

Meski demikian, hingga kini Ridwan belum dapat memastikan kapan kawat sling baja yang melintang di taman median jalan sepajang Jalan Raya Margonda akan dicabut. Dikatakannya, DLHK belum memiliki anggaran untuk penggantian tersebut.

Pemasangan kawat sling sendiri, jelas Ridwan, sebenarnya berfungsi untuk membatasi pejalan kaki agar tidak menginjak tanaman di taman tersebut, sekaligus mencegah orang tidak menyeberang sembarangan.

"Itu untuk mengamankan orang tidak melintas di sembarang tempat awalnya, khawatir banyak korban lagi dan sekaligus untuk pengaman taman supaya tidak diinjak," terangnya.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved