Wisata

Ini Alasan Para Pendaki Gunung Tidak Boleh Terlalu Banyak Minum

"Maka penting juga teman-teman kapan saat tepat minum kopi. Jadi kalau jantungnya masih dag-dug-dag-dug jangan dihajar kopi."

Ini Alasan Para Pendaki Gunung Tidak Boleh Terlalu Banyak Minum
Kompas.com/Wahyu Adityo Prodjo
Calon anggota Mapala UI berlatih ilmu mendaki gunung di Lembah Mandalawangi Gunung Pangrango, Jawa Barat. 

Saat mendaki gunung, banyak tenaga yang terkuras dan keringat berlimpah. Haus dan kelelahan pun menyerang para pendaki.

Untuk memulihkan kondisinya agar bisa meneruskan perjalanan, mereka mereguk air minum yang menjadi salah satu bekalnya.

Namun Anda tak boleh sembarangan minum saat mendaki gunung.

Kabid K3 Federasi Mounteneering Indonesia (FMI) dr Iqbal El Mubarok mengatakan, terlalu banyak minum saat mendaki justru akan membuat perut kembung.

Selain itu, terlalu banyak minum juga bisa membuat para pendaki mengalami masalah terhadap jantungnya.

Terjadi 16 Kali Gempa Guguran, Warga Diimbau Tidak Mendaki Gunung Merapi

“Selain kembung itu jantung kita susah mompanya kalau kita kebanyakan minum. Jadi jangan dalam hitungan menit itu dipaksa minum banyak,” ujar Iqbal saat ditemui di acara Deep and Extreme Indonesia (DXI) 2019 baru-baru ini.

Menurut Iqbal, jantung yang semakin berat memompa darah juga akan memengaruhi pergerakan pendaki.

Iqbal menyarankan, pendaki gunung mengatur konsumsi airnya selama dalam perjalanan.

“Jangan sekali minum sebotol habis. Waktunya diatur dan banyaknya air yang diminum juga diatur. Intinya dalam sehari itu dia (pendaki) dapat 3 sampai 4 liter air putih,” katanya.

Kopi panas
Kopi panas (Foods Recipes)

Tak hanya soal konsumsi air putih, mengonsumsi kopi saat mendaki gunung juga harus sesuai pengaturan waktu yang tepat. Jika salah, mengonsumsi kopi justru akan berakibat fatal. 

Saat Mendaki Gunung Menggigil Hebat, Hati-hati Anda Terkena Gejala Hipotermia

Iqbal mengatakan, kopi memiliki sifat diuretik yang dapat menyebabkan pendaki mengalami dehidrasi jika tak diimbangi dengan konsumsi air putih yang cukup.

Tak hanya menyebabkan dehidrasi, Iqbal juga menyarankan para pendaki tak mengonsumsi kopi saat badan masih terasa terlalu lelah dan detak jantung masih cepat berdetak.

“Maka penting juga teman-teman kapan saat tepat minum kopi. Jadi kalau jantungnya masih dag-dug-dag-dug jangan dihajar kopi.," katanya.

"Yang ada jantung makin degdegan. Paling tidak beri jeda waktu 2 jam baru boleh mengonsumsi kopi,” kata Iqbal.

Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved