500 Warga Cipondoh Makmur Diajak Nabung Sampah Anorganik biar Jadi Emas

Kita punya TPA yang terbatas, jadi mulai dari rumah harus dipilah dan Bank Sampah ini solusinya.

500 Warga Cipondoh Makmur Diajak Nabung Sampah Anorganik biar Jadi Emas
Warta Kota
Sekda Kota Tangerang, Dadi Budaeri hadir dalam kegiatan Gold For Work dan Peresmian Bank Sampah. Acara tersebut dihelat di RW 05 Kelurahan Cipondoh Makmur, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Minggu (7/4/2019). 

Sebanyak 500 warga RW 05 Kelurahan Cipondoh Makmur, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, diajak untuk menabung di Bank Sampah dengan menukarkan sampah anorganik minimal senilai Rp 53.000 yang nantinya dapat ditukar menjadi emas.

"Saya targetkan untuk Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang punya 3.000 tabungan emas," ucap Sekretaris Kota Tangerang, Dadi Budaeri, di acara Gold For Work dan Peresmian Bank Sampah di RW 05 Kelurahan Cipondoh Makmur, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Minggu (7/4/2019) kepada Wartakotalive.com.

"Nabung sampah jadi emas. Yang tadinya jadi duit bisa dikumpulkan kemudian ditukar menjadi emas," tuturnya lagi.

Selain itu, Dadi berharap dengan adanya Bank Sampah dapat mengurangi volume sampah di TPA Rawa Kucing dengan pemilahan mulai dari lingkungan langsung.

"Kita punya TPA yang terbatas, jadi mulai dari rumah harus kita pilah dan Bank Sampah ini solusinya. Semakin sedikit sampah yang dikirim ke TPA semakin baik," kata Dadi.

Senada dengan Dadi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Engkos Zarkasyi, menjelaskan alur dari penukaran sampah nantinya akan dikoordinir langsung oleh pengurus Bank Sampah.

"Sistemnya warga membawa sampah anorganik mereka ke Bank Sampah, kemudian dipilah dan ditimbang. Setelah ditimbang, biasanya warga akan menerima uang, tapi kali ini uangnya ditabung untuk ditukar emas di kemudian hari," ujar Engkos.

"Nanti seperti tabungan biasa ada bukunya, pencatatannya jelas, dan mulai dari 53 ribu rupiah itu senilai dengan emas seberat 0,1 gram," paparnya.

Sampah anorganik  merupakan sampah yang sudah dibuang dan tidak layak lagi dipakai.

Sampah ini tidak bisa terurai contohnya seperti plastik, kresek, botol minuman, ember dan lain sebagainya.

Meski sampah ini tidak bisa terurai, tapi pemanfaatannya bisa dikomersilkan untuk diolah kembali menjadi barang yang layak pakai. 

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved