Alasan KPU Kota Bekasi Lambat Bayar Upah Pelipat Surat Suara

Hal ini yang menjadi penyebab upah pelipat surat suara pemilihan umum (pemilu) di Kota Bekasi belum dibayar KPU.

Alasan KPU Kota Bekasi Lambat Bayar Upah Pelipat Surat Suara
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ilustrasi. Bayaran untuk pelipat suara Pemilu 2019. 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi menyatakan, mereka tengah memadukan data jumlah surat suara yang dilipat petugas dengan data dari lembaga itu sendiri.

Hal ini yang menjadi penyebab upah pelipat surat suara pemilihan umum (pemilu) di Kota Bekasi belum dibayar KPU.

"Kami harus sinkronkan data rekap dari petugas KPU dengan data dari teman-teman pelipat surat suara dulu, sehingga kami butuh waktu untuk mencairkan upah mereka," kata Komisioner KPU Kota Bekasi bidang Hukum dan Pengawasan, Achmad Edwin Solihin pada Sabtu (6/4/2019).

Daniel Mananta Merasa Sudah Menang Meski Kalah dalam Penghargaan IBOMA 2019

Edwin menjelaskan, proses pencairan dana harus dilakukan dengan teliti.

Apalagi, nilai dana yang dikucurkan untuk membayar upah pelipat surat suara cukup besar sekitar Rp 800 juta dari pusat.

"Dananya sudah ada di kami, cuma tahap pencairan kan butuh proses administrasi. Yah salah satunya penghitungan kembali data surat suara dari pelipat dengan data petugas kami," ungkapnya.

Susunan Rundown Kegiatan Kampanye Akbar Prabowo-Sandi Putihkan Jakarta

Ucapan Edwin sekaligus menjawab dugaan dari pelipat surat suara bahwa KPU Kota Bekasi belum mendapat dana dari pusat.

Sebagai penyelenggara pemilu di tingkat daerah, kata dia, bisa saja lembaganya meminjam dana talangan dari Pemerintah Kota Bekasi.

Namun upaya itu urung dilakukan karena dana dari KPU Pusat sudah masuk ke dalam kas KPU Kota Bekasi.

"Kalaupun pakai dana talangan, tetap nggak bisa langsung kami cairkan karena harus mensinkronkan data surat suara yang dilipat pekerja terlebih dahulu," ujarnya.

Ustadz Adi Hidayat Bongkar Capres Pilihan UAH dan UAS Jangan Diganggu Seperti UYM TGB Tidak Diganggu

Karena itu, Edwin meminta agar para pekerja bersabar.

Apalagi saat di akhir jadwal pelipatan surat suara pada Selasa (2/4/2019) lalu pekerja sepakat bahwa upah akan dibayar pada Jumat (12/4/2019) mendatang.

Dia berjanji, pencairan upah yang dipatok tidak akan meleset dari target.

"Bagaimana pun, itu hak mereka, kami sebagai penyelenggara pemilu juga inginnya (upah) cepat mereka terima," katanya.

Polisi Tangkap Begal Meresahkan yang Kerap Beraksi di Tanah Abang

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved