Otomotif

Lagi, Mitsubishi Recall Delica dan Outlander Sport, Ini 3 Komponen yang Bermasalah

Mitsubishi kembali melakukan kampanye perbaikan pada Delica 2015-2016 dan Outlander Sport 2014-2017. Ini berbeda dengan masalah pada Februari lalu.

Lagi, Mitsubishi Recall Delica dan Outlander Sport, Ini 3 Komponen yang Bermasalah
IndonesiAutosBlog
MITSUBISHI Delica 2016 

Selain dari Rear Parking Brake, Outlander juga mengalami masalah pada Front Wiper Link Ball Joint atau sambungan batang penyapu kaca.

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) kembali melakukan recall guna perbaikan pada Delica produksi tahun 2015-2016 dan Outlander Sport produksi 2014-2017.

Jumlah kedua tipe mobil yang terkenal dampak recall tersebut mencapai 7.932 unit.

Recall Mitsubishi kali ini memiliki masalah yang berbeda dengan recall Delica dan Outlander Sport yang dilakukan pada Februari lalu.

Bila pada Februari 2019 lalu dikarenakan Electrical Power Control Relay/Engine Electronic Control Unit (ECU) Relay, kali ini masalah terdapat pada Auto Stop and Go (AS&G) ECU, Rear Parking Brake, dan Front Wiper Link Ball Joint.

Mitsubishi Klaim Xpander Tercepat Raih Penjualan 100.000 Unit, Target Berikut Nomor 1 di Indonesia

Dari total 7.932 unit, 1.080 unit merupakan Delica dengan tahun produksi 2015-2016 yang akan ditarik untuk melakukan perbaikan berupa Reprogramming AS&G ECU dan Rear Parking Brake.

Sementara untuk 6.852 unit Outlander Sport, akan melakukan perbaikan Rear Parking Brake serta Front Wiper Ling Ball Joint bagi unit keluaran 2014-2017.

Mitsubishi Recall Delica dan Outlander Sport di Indonesia

Ini Model Baru Mitsubishi Outlander Sport yang Bakal Mejeng di Geneva Motor Show

Mitsubishi Recall Delica dan Outlander Sport di Indonesia

MITSUBISHI Outlander Sport
MITSUBISHI Outlander Sport (Autoweek)

Dalam keterangan resm MMKSI dijelaskan, bila Reporgramming AG&S ECU pada Delica dilakukan untuk mengoptimalkan kerja sistemnya.

Pada saat sistem AS&G aktif mesin kendaraan otomatis mati setelah berhenti sejenak dan jika kondisi charge battery dalam tingkat yang rendah, maka mesin berpotensi tidak dapat dinyalakan kembali.

Hal tersebut dikarenakan sistem AS&G membaca bahwa aki kendaraan sedang dalam kondisi yang tidak baik, sehingga sistem AS&G tidak dapat menghidupkan mesin kembali.

Halaman
123
Penulis: Fred Mahatma TIS
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved