Mestinya Hukuman Mati, Pengedar 17 Kg Ganja Cuma Divonis 12 Tahun Penjara Denda Rp 3 Miliar

menyatakan, hukuman yang dijatuhkan terhadap Ario Jannero adalah sama, yakni selama 12 tahun penjara dan pidana denda sebesar Rp 3 miliar

Seorang residivis pengendar narkotika jenis ganja seberat 17 kilogram ganja bernama Ario Jannero (23), lolos dari jeratan hukuman mati yang didakwakan jaksa penuntut umum.

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Depok akhirnya hanya menghukum Ario dengan pidana penjara selama 12 tahun dan denda sebesar Rp 3 miliar, subsidair enam bulan penjara, Selasa (2/4/2019).

Sebelumnya terdakwa Ario Jannero dijerat jaksa dengan dakwaan alternatif. Pertama, Pasal 114 Ayat (2) atau Kedua, Pasal 111 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman pidana mati, pidana seumur hidup, atau pidana penjara selama 20 tahun.

Sebelumnya, JPU Firman Wahyu Octavian, yang juga Kasi Barang Bukti dan Narkotika Kejari Depok menuntut Ario Jannero terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 111 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Namun, alih-alih hukuman mati, ketika itu dia hanya menuntut terdakwa agar dihukum selama 12 tahun penjara dan pidana denda sebesar Rp 3 miliar, subsidair enam bulan penjara.

Atas tuntutan jaksa tersebut, majelis hakim yang dipimpin Yuanne Marieetta, dalam pembacaan amar putusan menyatakan, hukuman yang dijatuhkan terhadap Ario Jannero adalah sama, yakni selama 12 tahun penjara dan pidana denda sebesar Rp 3 miliar, subsidair enam bulan penjara.

Bahkan sebelum menutup persidangan, Yuanne sempat menanyakan kepada terdakwa, apakah menerima putusan atau banding. Namun pertanyaan Yuanne di persidangan yang dibuka dan terbuka untuk umum tersebut, terkesan mengarahkan terdakwa agar menerima putusan.

"Bagaimana terdakwa, apakah saudara menerima putusan ini atau menyatakan banding? Bilamana banding maka perkara saudara nantinya akan diperiksa lagi di Pengadilan Tinggi. Nanti putusannya itu bisa berubah, bisa juga tidak. Bisa nanti jadi naik, turun ataupun tetap, tidak berubah," kata Yuanne.

Atas perkataan majelis hakim yang dilontarkan tersebut, Ario Jannero di dalam ruang sidang menyatakan menerima putusan.

Hal yang sama juga turut dinyatakan JPU Firman yang menyatakan menerima putusan.

Terdakwa Ario ditangkap di depan Terminal Depok, Jalan Raya Margonda, oleh petugas berpakaian preman dari BNN Kota Depok, 5 Desember 2018 lalu saat sedang menunggu tukang ojek yang membawa ganja titipannya. Total barang bukti ganja yang disita seberat 17 kilogram.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Dedy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved