Emak-emak di Tangerang Gerogi Diguyur Dana Bantuan dari Pemerintah

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasamita mengatakan pencairan bansos PKH dan BPNT dilakukan secara serentak melalui Himpunan Bank Pemerintah

Emak-emak di Tangerang Gerogi Diguyur Dana Bantuan dari Pemerintah
Wartakotalive.com/Andika Panduwinata
Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasamita saat melakukan sosialisasi bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Tangerang, Selasa (2/4/2019). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Andika Panduwinata

CURUG, WARTAKOTASLIVE.COM - Pemerintah memenuhi janjinya mencairkan Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai tahap 2 serentak di seluruh Indonesia, awal April 2019.

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasamita mengatakan pencairan bansos PKH dan BPNT dilakukan secara serentak melalui Himpunan Bank Pemerintah atau Himbara.

"Hari ini seluruh KPM PKH dan BPNT dapat mencairkan dana mereka melakui Himbara. Ini merupakan komitmen pemerintah untuk menekan angka kemiskinan di Indonesia," kata Mensos saat melakukan sosialisasi
bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Tangerang, Selasa (2/4/2019).

Untuk Provinsi Banten sendiri, dikatakan Mensos total bantuan yang disalurkan pemerintah pada tahap 2 sebesar Rp210.398.750.000, untuk 312.875 Keluarga. Sedangkan untuk BPNT/ rastra sebesar Rp50.290.203.370 untuk 475.482
Keluarga.

"Selain itu Kemensos juga mencairkan bantuan Bantuan Sosial KUBE sebesar Rp 1.600.000.000 untuk 800 Keluarga dan Bantuan Sosial E-Warong dan KUBE Jasa sebesar Rp 2.250.000.000 untuk 150 Kelompok. Tolong Bantuan PKH dan BPNT ini digunakan sebaik-baiknya," ucapnya.

Kehadirannya di Gedung Serba Guna Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug, Tangerang disambut hangat 1.200 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Pada sosialisasi yang dikemas dalam bentuk dialog interaktif ini, Mensos melontarkan pertanyaan seputar PKH dan BPNT kepada ibu-ibu.

"Pertanyaannya jangan sulit-sulit ya, Pak," kata ibu-ibu yang dipanggil ke depan untuk menjawab pertanyaan Mensos disambut tawa hadirin.

Menteri Agus kemudian bertanya seputar kewajiban KPM yang memiliki komponen balita, memiliki komponen anak sekolah, serta besarnya bantuan yang diterima pada tahun 2019.

Beberapa emak - emak ini tampak grogi saat diminta menjawab pertanyaan. Tangan kanannya yang memegang mikrofon tampak gemetar. Beberapa kali menjawab suara mereka terdengar lirih kendati jawabannya benar.

Halaman
12
Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved