Otomotif

Hyundai Enggan Datangkan Mobil Murah Sentro dari India ke Indonesia, Ini Alasannya

PT Hyundai Mobil Indoensia (HMI) rupanya masih enggan mendatangkan mobil murahnya yang telah dirilis untuk pasar India, yakni Santro. Mengapa?

Hyundai Enggan Datangkan Mobil Murah Sentro dari India ke Indonesia, Ini Alasannya
keralaonroad.com
Hyundai Santro 

Agar Santro bisa masuk di segmen mobil murah ramah lingkungan, akan membuat Hyundai harus berinvestasi guna memenuhi kandungan lokalnya.

PT Hyundai Mobil Indoensia (HMI) rupanya masih enggan mendatangkan mobil murahnya yang telah dirilis untuk pasar India, yakni Santro.

Padahal dengan harga jual sebesar 370 rupee atau sekitar Rp 76 jutaan, Hyundai Santro berpotensi untuk menjadi rival bagi deretan mobil low cost green car (LCGC) di Indonesia.

Deputy Marketing Director HMI Hendrik Wiradjaja mengatakan sampai saat ini pihaknya belum memiliki rencana untuk mendatangkan Santro ke Tanah Air.

Selain itu, meski harga di India murah, saat masuk ke Indonesia tentu kisarannya bisa di atas Rp 100 juta.

Menanti Kepastian Regulasi Kendaraan Listrik, Hyundai Siapkan Kona dan Ioniq untuk Tanah Air

Hyundai dan Kia Akan Pasang Black Box di Semua Keluaran Terbaru

Hyundai Santro
Hyundai Santro (indianautoblog)

"Angka Rp 100 juta itu didapatkan dari harga jual di India dengan kisaran Rp 70 juta sampai 80 juta, kemudian diandaikan bila masih sini (Indonesia) dengan kurs maka ketemu kisaran Rp 100 juta," tuturnya.

"Tapi kalau kita lihat, memasukan mobil dalam kondisi completely build up (CBU) dari India itu tidak semudah memberikan kurs," ucap Hendrik kepada media di Jakarta, Senin (1/4/2019).

Hendrik menjelaskan, selain nilai tukar, ada beberapa faktor lain yang harus dipikirkan.

Contoh seperti pengenaan tarif pajak, bea masuk, sampai Bea Balik Nama (BBN). Bila semua dikalkulasikan, maka banderol Santro saat dijual di Indonesia bisa sampai Rp 150 jutaan.

Segmen padat

Hyundai Santro
Hyundai Santro (indianautosblog)

Hendrik menjelaskan pasar LCGC di Indonesia juga sudah cukup padat pemainnya.

Selain itu, agar Santro bisa masuk di segmen mobil murah ramah lingkungan, akan membuat Hyundai harus berinvestasi guna memenuhi kandungan lokalnya.

"LCGC kelas yang padat dan sangat ketat, selain itu harus punya pabrik dan kandungan lokalnya harus 90 persen, di mana investasi akan sangat besar dengan tingkat keuntungan yang sangat kecil karena persaingan dengan merek-merek besar," papar Hendrik.

"Maka, kalau dilihat kemungkinannya, tidak untuk Santro," tandasnya. (Stanly Ravel)

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved