Otomotif

Harga Mobil jadi Lebih Murah, Skema PPnBM Baru Untungkan Konsumen dan Produsen

Pajak kendaraan tak lagi dilihat dari kubikasi mesin, melainkan dari emisi yang dikeluarkan. Semakin rendah emisi, tarif pajaknya akan semakin murah.

Harga Mobil jadi Lebih Murah, Skema PPnBM Baru Untungkan Konsumen dan Produsen
Kompas Images/Kristianto Purnomo
SALES promotion girl berpose di samping Toyota Camry Hybrid saat ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017 di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (28/4/2017). 

Executive General Manager PT TAM Fransiscus Soerjo mengatakan, sebagai contoh harga mobil Rp 100 juta, apabila rendah emisi bisa direduksi hingga nol persen, maka otomatis pajak berkurang 40 persen, sehingga banderol kendaraan rendah emisi itu hanya sekitar Rp 60 juta.

SKEMA Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) baru saat ini tengah diajukan oleh pemerintah melalui Kementerian Perindustrian.

Melalui langkah itu, pajak kendaraan tak lagi dilihat dari kubikasi mesin, melainkan dari emisi yang dikeluarkan.

Semakin rendah emisi, maka akan semakin murah juga tarif pajaknya.

Bahkan, harmonisasi ini juga memberikan insentif untuk kendaraan rendah emisi, termasuk kendaraan listrik, baik yang hibrida maupun plug-in hybrid sehingga PPnBM menjadi nol persen.

DFSK Glory 560 Hadir di Tanah Air, SUV 7 Penumpang Penantang Si Kembar Terios-Rush, Garansi 7 Tahun

All New Honda Brio Mobil Terlaris di Indonesia, Bulan Ini Honda Bagi-bagi Emas dan Uang Elektronik

TOYOTA Prius PHEV, mobil hybrid keluaran Toyota, di GIIAS 2018.
TOYOTA Prius PHEV, mobil hybrid keluaran Toyota, di GIIAS 2018. (Kompas.com/Aditya Maulana)

Apabila seperti itu, menurut Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto jelas akan membuat harga mobil menjadi lebih murah dari sekarang.

"Kalau sekarang ini dikenakan pajak 40 persen saja, kalau nanti dihilangkan maka otomatis harga mobil menjadi lebih murah," ujar Fransiscus Soerjopranoto Executive General Manager PT TAM ketika ditemui Kompas.com belum lama ini di kawasan Jakarta Pusat.

Pria yang akrab disapa Soerjo itu melanjutkan, sebagai contoh harga mobil Rp 100 juta, apabila rendah emisi bisa direduksi hingga nol persen, maka otomatis pajak berkurang 40 persen, sehingga banderol kendaraan rendah emisi itu hanya sekitar Rp 60 juta.

"Jelas hal seperti itu akan menguntungkan buat konsumen, dan juga sebagai pabrikan kami juga diberikan keringanan seperti skema ekspor atau impor yang sama-sama menguntungkan buat produsen dan konsumen," kata Executive General Manager PT TAM Fransiscus Soerjo. (Aditya Maulana)

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved