Jika Ingin Mencoba Cungkring, Coba Datangi Deden di Gang Aut, Suryakencana, Bogor

Ingin mencicipi makanan khas Bogor yang sekarang sudah jarang ditemui? Coba datangi Cungkring Pak Jumat di Gang Aut, Jalan Suryakencana, Bogor.

Jika Ingin Mencoba Cungkring, Coba Datangi Deden di Gang Aut, Suryakencana, Bogor
Warta Kota/Vini Rizki Amelia
Muhammad Deden ketika menjadi salah satu peserta di Festival Jajanan Bango 2019 di Senayan, Jakarta Pusat, pertengahan Maret 2019. 

Awalnya berjualan oncom hitam yang dibawa menggunakan tampah, lahirlah makanan tradisional khas Bogor.

Cungkring, begitu namanya. Cungkring adalah singkatan cungur, kaki sapi, dan garingan tempe. Tiga makanan itu merupakan bahan utama panganan yang kini sulit didapatkan itu.

Kala itu Cungkring lahir dari keisengan bapak penjual oncom hitam di tahun 1974. Si bapak ingin mengolah kembali jualan utamanya agar diminati banyak orang dan laku.

Muhammad Deden ketika melayani pembeli di Gang Aut, Jalan Suryakencana, Bogor, Jawa Barat.
Muhammad Deden ketika melayani pembeli di Gang Aut, Jalan Suryakencana, Bogor, Jawa Barat. (Warta Kota/Vini Rizki Amelia)

"Awalnya dari kakek saya. Tapi waktu itu kakek pakai kuah berbeda, pakai oncom dan asam jawa. Isinya sama Cungkring, tapi ternyata nggak begitu laku," kata Dadan, generasi ketiga penerus penjual Cungkring, saat berbincang bersama Warta Kota di Festival Jajanan Bango 2019 di Area Parkir Squash, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (17/3/2019).

Sedikitnya minat pembeli disebabkan tidak banyak orang menyukai oncom dan asam jawa.

Satu tahun kakeknya itu berjualan oncom hitam. Medio 1975, Jumat --ayah Dadan-- mengambil-alih pekerjaan sang ayah.

Cungkring Pak Jumat di Gang Aut, Jalan Suryakencana, Bogor, Jawa Barat.
Cungkring Pak Jumat di Gang Aut, Jalan Suryakencana, Bogor, Jawa Barat. (Warta Kota/Vini Rizki Amelia)

Jumat coba berkreasi dan menghasilkan masakan berbeda. "Kebetulan ayah saya suka sama kacang. Dia coba bikin kacang di blender, dicampur tepung. Pas di cocol pake Cungkring ternyata enak," ujar Dadan.

Begitu banyak orang menyukai cocolan berbahan kacang itu, Jumat kemudian meramu lagi kacang dan tepung dengan campuran rempah-rempah.

"Alhamdulilah kreasi bapak saya banyak yang suka. Dari 1975 sampai 2014 bapak saya mengambil-alih dan ada kemajuan dari segi peminat," ucap Dadan.

Tanpa Banyak Proses

Halaman
12
Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved