Ujian Nasional Berbasis Komputer

Antisipasi Listrik PLN Padam, SMAN 3 Depok Gelar Ujian Nasional Berbasis Komputer Pakai Genset

Antisipasi Listrik PLN Padam, SMAN 3 Depok Gelar Ujian Nasional Berbasis Komputer Pakai Genset

Antisipasi Listrik PLN Padam, SMAN 3 Depok Gelar Ujian Nasional Berbasis Komputer  Pakai Genset
Warta Kota/Gopis Simatupang
Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Depok, Abdul Fatah. 

Mulai hari ini, 426 siswa SMA Negeri 3 Depok dijadwalkan mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), terdiri dari 257 siswa jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), serta 151 siswa jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Depok, Abdul Fatah, menyampaikan, untuk mendukung pelaksanaan UNBK, pihaknya berinisiatif menyewa satu unit pembangkit listrik portabel atau generator set (genset).

Dia mengatakan, pemakaian genset itu dilakukan guna menghindari kemungkinan listrik mati-hidup (byar pet).

"Kita menggunakan satu unit genset untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi gangguan arus listrik," ujar Abdul Fatah kepada Warta Kota di SMA Negeri 3 Depok, Jalan Raden Saleh, Kecamatan Sukmajaya, Senin (1/4/2019).

Dikatakan Abdul Fatah, pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebenarnya telah menyampaikan komitmen untuk mendukung pelaksanaan UNBK di tiap sekolah. Namun, pihak SMAN 3 Depok tak ingin mengambil risiko.

"PLN sebenarnya sudah menyampaikan bahwa mereka siap membantu pelaksanaan UNBK, tapi kan bisa saja terjadi hal-hal di luar dugaan," bilangnya.

Abdul Fatah menjabarkan, UNBK di sekolah yang dipimpinnya digelar dalam dua sesi dalam 11 ruangan. Tiap satu ruangan diisi oleh 20 peserta. Sesi pertama pukul 07.30-09.30 WIB dan sesi kedua pukul 10.30-12.30 WIB.

Dalam ujian kali ini, pihak sekolah hanya menyediakan 101 unit komputer. Sementara 325 komputer lainnya memanfaatkan laptop milik siswa.

Ada enam server yang digunakan untuk memperlancar ujian, ditambah dua server cadangan.

Dalam UNBK itu, kata Abdul Fatah, pihaknya menggandeng pengawas silang, yakni pengajar dari SMA Negeri 2 Depok dan guru SMA Negeri 8 Depok.

Satu ruangan dijaga oleh masing-masing satu pengawas, dibantu satu orang teknisi.

Dia menambahkan, beberapa hari sebelum pelaksanaan UNBK, pihaknya telah memberikan arahan kepada siswa agar menjaga kesehatan sehingga seluruh peserta dapat hadir saat UNBK berlangsung.

Dia juga memastikan tidak ada muridnya yang ujian di rumah sakit dan lembaga pemasyarakatan (lapas).

"Kita tidak ada siswa yang mengikuti UNBK di Lapas. Tapi bilamana ada siswa yang terjerat hukum, hak pendidikan akan tetap kita berikan. Begitupula kalau ada siswa sedang dirawat di rumah sakit, kita juga akan layani," ujarnya.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved