Idris Abdul Shomad Imbau Matikan Lampu, Warga Depok Gagal Paham Soal Earth Hour

Wali Kota Depok, Mohammad Idris Abdul Shomad, sebelumnya telah menyampaikan imbauan untuk warganya agar menghemat listrik

Idris Abdul Shomad Imbau Matikan Lampu, Warga Depok Gagal Paham Soal Earth Hour
Warta Kota/Gopis Simatupang
Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Shomad 

Kota Depok turut berpartisipasi dalam melakukan kampanye Global Ceremony Switch Off Earth Hour, yang digelar serentak di kota-kota Indonesia dan dunia, Sabtu (30/3/2019). Kampanye di Kota Depok dipusatkan di Taman Merdeka, Kecamatan Sukmajaya.

Dalam menyambut kampanye global itu, Wali Kota Depok, Mohammad Idris Abdul Shomad, sebelumnya telah menyampaikan imbauan untuk warganya agar menghemat listrik dengan cara memutus arus perangkat elektronik yang tidak diperlukan selama satu jam, Sabtu (30/3/2019) malam, mulai pukul 20.30 WIB hingga pukul 21.30 WIB.

Dalam edarannya, Idris menyampaikan bahwa imbauan itu diberikan sebagai bentuk komitmen Kota Depok dalam kampanye hemat energi global demi kelangsungan dunia.

"Kami mengimbau kepada masyarakat Depok pada malam ini untuk mematikan lampu selama 60 menit pada Sabtu, 30 Maret 2019 pukul 20.30 sampai 21.30 WIB. Kami mengajak warga untuk berpartisipasi dalam gerakan mulia ini demi menyelamatkan dan peduli bumi," kata Idris.

Delapan Penjudi Sabung Ayam Panik Saat Digrebek Polisi

Tak hanya masyarakat Kota Depok, imbauan tersebut juga diberikan kepada para pihak perusahaan swasta, BUMD, dan sudah menyebarkan surat edaran kepada Camat dan Lurah se-Kota Depok.

Melalui kampanye ini, Idris berharap warga Kota Depok mulai membiasakan diri untuk menggunakan energi secara bijak, dengan cara memanfaatkan energi listrik saat benar-benar diperlukan, di sisi lain, memutus arus listrik untuk perangkat yang tidak atau kurang perlu.

Dalam kampanye di Taman Merdeka, Sukmajaya, Idris sendiri hadir dan menekan tombol 'switch off' untuk memadamkan lampu selama satu jam. Kepada ratusan warga yang hadir, dia berharap aksi hemat energi ini dapat menjadi kebiasaan warga.

"Selanjutnya agar perilaku hemat energi dapat dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain dengan mematikan listrik yang tidak diperlukan dan menggunakan listrik secara bijak," ajaknya.

VIDEO: Vhanya Kiara Duo Semangka Cerita Pernah Hampir Diperkosa dengan Modus Minuman

Akan tetapi, rupanya tidak sedikit warga Kota Depok yang gagal paham tentang pelaksanaan kampanye Global Ceremony Switch Off Earth Hour ini.

Banyak yang mengira pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang akan memadamkan listrik selama satu jam.

"Kok enggak semuanya mati lampu? Bukannya PLN yang matiin lampu selama sejam?" ujar Tomo (36), seorang warga Sukmajaya.

Setelah dijelaskan, Tomo baru paham bahwa kampanye mematikan lampu atau listrik itu dilakukan masing-masing warga atas dasar kesadaran pribadi.

Pria tukang ojek ini mengaku baru kali ini mendengar kampanye 'earth hour'. Padahal, kampanye ini telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Tanggul Jebol, Perumahan Cahaya Kemang Permai Jatiasih Banjir 1,5 Meter

Rania (40), warga lainnya, juga tampak kebingungan saat kampanye dimulai pukul 20.30 WIB. Dia heran karena tidak semua listrik mati. Ketika diberi pemahaman, dia justru menyarankan agar PLN yang mematikan listrik secara serentak.

"Kenapa enggak PLN aja yang matiin listriknya selama satu jam? Kalau begini mana ada warga yang mau matiin lampu. Apalagi mau pada nonton debat Pilpres," katanya polos. (gps)

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved