Otomotif

Awas, Merokok sambil Naik Motor Denda Rp 750.000, Ini Aturannya 

Selain mengatur soal ketentuan operasional ojek online dan tarif, ada pula aturan lain soal larangan merokok saat mengendarai sepeda motor.

Awas, Merokok sambil Naik Motor Denda Rp 750.000, Ini Aturannya 
Kompas.com
Larangan merokok saat naik motor Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor. 

"Itu sebenarnya sudah ada di UU No.22 Pasal 106 tahun 2009, cuma mungkin di Permenhub berupa penegasan. Intinya sama mengatur tata cara keselamatan dalam berlalu-lintas."

KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) resmi merilis aturan ojek online dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor.

Selain mengatur soal ketentuan operasional ojek online dan tarif, ada pula aturan lain yang menyebutkan bila pengemudi dilarang merokok saat mengendari sepeda motor.

Aturan ini tertulis jelas dalam pasal 6 huruf C yang menyebutkan, "Pengemudi dilarang merokok dan melakukan aktivitas lain yang mengganggu konsentrasi ketika sedang mengendarai sepeda motor".

Menanggapi hal ini Kompol Muhammad Nasir Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya mengatakan bila hal itu sebenarnya sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, mengenai Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Ini Klarifikasi Polri Soal Larangan Merokok dan Mendengarkan Musik Saat Mengemudi

Larangan Merokok Sambil Mengemudi Diprotes, Ini Kata Dirlantas Polda Metro Jaya

Uni Eropa Berencana Tolak Minyak Sawit Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan: Kita Harus Lawan

"Itu sebenarnya sudah ada di UU No.22 Pasal 106 tahun 2009, cuma mungkin di Permenhub berupa penegasan. Intinya sama mengatur tata cara keselamatan dalam berlalu-lintas, arahnya kalau tidak salah lebih ke safety gear, seperti sepatu, jaket, sarung tangan, dan lain-lain," kata Nasir saat dihubungi Kompas.com, Jumat (29/3/2019).

Nasir mengatakan, dari aspek hukum, melakukan kegiatan saat berkendara yang bisa mengurangi konsenterasi memang dilarang dan ada sanksinya.

Dasar dari Permenhub tersebut juga dibuat mengikuti apa yang sudah ada di Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Bahaya menggunakan earphone ketika berkendara.
Bahaya menggunakan earphone ketika berkendara. (Kemenhub)

Merokok saat naik motor, menurut Nasir, sudah termasuk melakukan aktivitas dan menggangu konsentrasi.

Bahaya lain dari merokok saat berkendara ada dua sisi, baik untuk pengendara itu sendiri maupun pengguna jalan lain, atau dalam kasus ojek online mungkin bisa berdampak ke penumpangnya.

"Itu masuk dalam aktivitas menggangu konsentrasi dan berpotensi membahayakan, masuknya dalam teknis keselamatan, secara etika, secara prioritas juga tidak baik, kalau ditanya soal pelanggaran atau tidak, karena sudah jelas dan ada aturannya berarti masuk dalam pelanggaran pidana lalu lintas," kata Nasir.

Ketika ditanya soal sanksi dari pelanggaran tersebut, Nasir menggatakan mengacu pada UU Nomor 22 Tahun 2009 berupa pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak sebesar Rp 750.000. (Stanly Ravel)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kemenhub Terbitkan Larangan Merokok saat Naik Motor"

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved