Advertorial

Prioritaskan Gizi Untuk Tumbuh Kembang Anak

Tak hanya membantu persalinan, Atih juga memberikan pengetahuan bagi para ibu yang datang ke klinik tentang pentingnya gizi bagi tumbuh kembang bayi.

Prioritaskan Gizi Untuk Tumbuh Kembang Anak
Warta Kota
Bidan Atih tengah melakukan pemeriksaan kepada pasien yang datang ke tempat kliniknya di Kampung Krajan, Rt.06 Rw.03, Desa Sumurugul, Kecamatan Wanayasa, Purwakarta – Jawa Barat. 

SEJAK kecil Atih Kurniasih, AM.Keb sudah bercita-cita ingin menjadi dokter. Dia begitu tertarik di bidang kesehatan dan dapat menyembuhkan orang lain. Hanya saja, jurusan kedokteran perguruan tinggi di tanah kelahirannya, Banten, kala itu belum ada. “Sejak kecil  saya bercita-cita mau jadi dokter. Impian ini saya tuliskan di diari waktu duduk di SD (Sekolah Dasar) dulu,” kata Atih, saat ditemui Warta Kota di rumahnya yang terletak di Desa Sumurugul, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (6/2).

Bidan kelahiran Serang,  Banten, 1 Januari 1978 ini lalu disarankan sang ayah untuk sekolah kebidanan. Atih pun menerima saran itu lalu mendaftar ke Akademi Kebidanan Aisyiyah Serang, Banten. Lulus dari sekolah kebidanan ini, Atih mengikuti tes menjadi bidan PTT (Pegawai Tidak Tetap) di Jawa Barat. Setelah lulus bidan PTT, Atih di tempatkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat di Puskesmas Wanayasa sejak tahun 2009 lalu. Sambil terus bekerja di puskesmas, Atih mulai membuka praktik bidan di rumahnya di Desa Sumurgumul.

Sejak menekuni profesi sebagai bidan, ada banyak pengalaman menarik yang didapatkan Atih. Tetapi  ada satu pengalaman yang sangat berkesan yang tidak akan pernah dilupakannya yaitu saat menolong persalinan bayi kembar. “Waktu itu ada pasien yang melahiran bayi kembar di rumah. Saya tidak tahu kalau ibu ini mengandung bayi kembar karena sebelumnya tidak pernah memeriksakan kehamilannya. Padahal untuk kasus persalinan bayi kembar disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit. Saat proses persalinan, jantung saya berdebar-debar karena ini pengalaman pertama saya menolong persalinan bayi kembar. Kemudian anak pertama lahir dengan kondisi kepala yang keluar lebih dulu, kemudian disusul bayi kedua dengan kondisi bokong yang keluar lebih dulu. Alhamdulillah ibu dan kedua bayinya sehat dan selamat.” Cerita Atih dengan penuh haru.

Sosialisasi

Menurut Atih, persalinan dengan bantuan Paraji atau Dukun Beranak memang masih banyak saat dia pertama kali mulai menjalani profesi bidan di Wanayasa. Namun saat ini, kebiasaan ini sudah mulai ditinggalkan karena sosialisasi terus-menerus dari dinas kesehatan. “Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta membuat program kemitraan Paraji-Bidan. Kami mengumpulkan Paraji di Puskesmas Wanayasa lalu diberi pengarahan agar setiap menolong persalinan harus didampingi bidan. Sejak itu, masyarakat lebih banyak melahirkan di puskesmas atau dengan bantuan bidan,” jelasnya.

Di klinik tempat praktiknya, Atih memberikan berbagai pelayanan kesehatan  seperti pemeriksaan kehamilan, persalinan, imunisasi, Keluarga Berencana hingga pengobatan penyakit ringan. Setiap hari ada belasan oarang yang datang berobat ke kliniknya. “Untuk pasien yang berobat rata-rata 10 orang perhari. Sementara untuk persalinan sekiar 5 orang per bulan,” imbuhnya. Meskipun lelah saat pulang kerja dari puskesmas, Atih tetap semangat melayani pasien yang datang ke kliniknya. Dia senang  membantu sesama melalui pelayanan kesehatan.

Tak hanya membantu persalinan, Atih juga memberikan pengetahuan kepada para ibu yang datang ke kliniknya tentang pentingnya gizi bagi tumbuh kembang bayi. Dia juga mendampingi ibu-ibu untuk terus memantau perkembangan stimulasi keterampilan bagi anak-anak mereka.

“Kami memiliki program kelas ibu-ibu di desa. Kami kumpulkan ibu-ibu hamil untuk diberi pengetahuan tentang  kehamilan, melahirkan, peran gizi hingga stimulasi keterampilan. Pengetahuan seperti ini sangat penting bagi mereka, sehingga anak yang dilahirkan dapat tumbuh dan berkembang memiliki potensi prestasi untuk generasi maju penerus bangsa.” papar Atih.

Untuk ibu-ibu yang ada di Purwakarta, Atih berpesan untuk rajin mengkonsultasikan berbagai keluhan kesehatan mereka kepada bidan di puskesmas atau klinik. “Ibu-ibu harus rajin kontrol ke puskesmas atau bidan. Apa saja bisa ditanyakan tentang perkembangan anak sehingga anak-anak tidak mengalami masalah dalam tumbuh kembang mereka,” tutup Atih. 

Alamat Praktik : Kampung Krajan, Rt.06 Rw.03, Desa Sumurugul, Kecamatan Wanayasa, Purwakarta – Jawa Barat

Halaman
12
Penulis: Hironimus Rama
Editor: Ichwan Chasani
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved