Pemilu

Pemilu 2014 Cuma 14, Pemilu 2019 Membengkak Jadi 51 Lembaga Pemantau Pemilu. Ini Daftar Namanya

Jumlah ini, kata Afif, jauh lebih banyak dibanding pemantau pemilu tahun 2014 yang hanya melibatkan 14 lembaga pemantau.

Pemilu 2014 Cuma 14, Pemilu 2019 Membengkak Jadi 51 Lembaga Pemantau Pemilu. Ini Daftar Namanya
Warta Kota/Henry Lopulalan
Ilustrasi: Suasana Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat menggelar acara sosialisasi Aplikasi Sistem Informasi Penghitungan Suara atau Situng yang akan digunakan KPU dalam Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (18/1/2019). 

Sebanyak 51 lembaga telah diverifikasi oleh Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) sebagai pemantau Pemilu 2019.

Hingga 25 Maret 2019, Bawaslu telah memberikan sertifikat kepada 49 lembaga pemantau pemilu yang berasal dari dalam negeri, dan dua lembaga pemantau pemilu dari luar negeri.

"Sementara sekarang lembaga yang mau libatkan diri dalam pemantauan ini sudah 51," kata Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin di kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Selasa (26/3/2019).

Ganjar Pranowo Sebut Setiap Hari Dapat Laporan ASN yang Tak Netral dalam Pemilu, Bisa Dipecat!

Jokowi: Pemilu Bukan Perang

Wiranto Beri Enam Pedoman kepada Para Petugas Pengamanan Pemilu Serentak 2019

Selain 51 lembaga pemantau pemilu yang telah terakreditasi tersebut, Bawaslu juga sedang memverifikasi berkas administrasi yang diajukan enam lembaga lainnya. Keenamnya adalah lembaga lokal.

Jumlah ini, kata Afif, jauh lebih banyak dibanding pemantau pemilu tahun 2014 yang hanya melibatkan 14 lembaga pemantau.

Supaya mendapat akreditasi, lembaga pemantau harus memenuhi sejumlah syarat. Lembaga pemantau harus bersifat independen, mempunyai sumber dana yang jelas, dan berbadan hukum.

Khusus lembaga asing, harus punya kompetensi dan pengalaman sebagai pemantau pemilu di negara lain, memperoleh visa untuk menjadi pemantau pemilu dari KBRI, serta harus memenuhi tata cara melakukan pemantauan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

"Situasi pemantauan ini juga untuk saling belajar. Termasuk mereka (pemantau asing) juga akan beropini jika ada pelangggaran-pelanggaran yang dianggap kecurangan. Tetapi kedalaman mereka memahami undang-undang dan peraturan pasti juga tidak sedalam dan sedetail teman-teman pemantau dalam negeri," ujar Afif.

Lembaga pemantau nantinya akan terjun langsung ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk mengawasi pemungutan dan penghitungan suara.

Dinilai Masih Mahal, Luhut Ultimatum Maskapai Turunkan harga Tiket Pesawat Per 1 April 2019

Selain 51 lembaga yang terakreditasi Bawaslu itu, akan diundang pula lembaga penyelenggara pemilu setingkat Komisi Pemilihan Umum (KPU) dari berbagai negara untuk ikut memantau berjalannya pemilu.

Halaman
1234
Editor: Wito Karyono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved