Alumni Pesantren Se-Jakarta Deklarasi Dukung Jokowi-Ma’ruf

Alumni Pesantren se-Jakarta menggelar deklarasi dukungan terhadap pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor 01 Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

Alumni Pesantren Se-Jakarta Deklarasi Dukung Jokowi-Ma’ruf
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Alumni pesantren se-Jakarta mendeklarasikan dukungan pada pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. 

Alumni Pesantren se DKI Jakarta menggelar deklarasi dukungan terhadap pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin.

Deklarasi dukungan itu digelar di Grand Mangaradja, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (23/3/2019).

Ketua Alumni Pesantren se DKI Jakarta Abdul Azis mengatakan, dukungan yang diberikan kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf bukannya tanpa alasan.

Salah satunya sikap Jokowi yang rajin mengunjungi sejumlah pondok pesantren di Indonesia.

“Setelah melakukan beberapa hal yang kam anggap dibutuhkan sebagai Alumni Pesantren se DKI Jakarta maka kami menyatakan sikap dari seluruh alumni untuk mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf dengan banyak alasan,” katanya.

Selain itu Azis beralasan Alumni Pesantren se DKI Jakarta selama ini dibesarkan oleh para kiai dan para ustad.

Tidak ada pilihan lain bagi mereka untuk memberikan dukungan kepada Ma’ruf yang juga merupakan seorang kiai.

“Karena capres yang ada kiainya cuma Ma’ruf Amin, pasangan 01. Jadi kalau yang lain nggak ada kiainya. Nah kami harapkan, himbauan kepada masyarakat, tidak ada pilihan lain untuk alumni pesantren yaitu kepada pasangan 01,” ucapnya.

Azis menambahkan pihaknya bertekad untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf dengan cara masuk ke seluruh pelosok kampung yang ada di Jakarta.

Dengan begitu pasangan Jokowi-Ma’ruf dapat memenangkan Pilpres 2019.

“Kami sudah menggalang hampir 15-20 alumni pesantren yang ada di Jakarta, semuanya kumpul di acara hari ini. Kami berharap kekuatan ini akan menambah stimulan Jokowi-Ma’ruf di Jakarta,” sambungnya.

Azis juga menampik dukungan yang diberikan pihaknya kepada Jokowi-Ma’ruf akan menimbulkan perpecahan di kalangan umat Islam.

Pasalnya, masyarakat sudah cerdas menilai mana figur yang dianggap benar-benar kiai.

“Saya pikir masyarakat bisa menilai kiai yang ada di sebelah dengan kiai yang mendukung Ma’ruf Amin, masyarakat akan bisa menilai mana yang betul-betul kiai yang punya jemaah dan santri dan mana kiai-kiai yang hanya sebatas kiai yang hanya menjelek-jeleki dan membuat sebaran hoax, saya pikir itu,” katanya.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved