Pondok Pesantren Diharap Bisa Mencetak Banyak Wirausahawan Muda

Ia berharap dalam dua atau tiga tahun mendatang, ada 1.000 pengusaha UMKM yang berasal dari pondok pesantren.

Pondok Pesantren Diharap Bisa Mencetak Banyak Wirausahawan Muda
istimewa
Politisi Nasdem Charles Meikyansah (kiri) di Jombang Jawa Timur 

Para santri di pondok pesantren diharapkan juga memiliki kemampuan ilmu kewirausahaan selain tentunya ilmu agama.

Diharapkan dari pesantren akan muncul banyak wirausahawan-wirausahawan muda dan membuat perusahaan rintisan (start up) yang bisa berjaya nanti di Indonesia.

Politisi Nasdem Charles Meikyansah pun menilai pelatihan sumber daya manusianya bukan hanya diberikan kepada santri namun juga ke pengasuh.

Charles mengatakan selama ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memulai berbagai program pemberdayaan dan pelatihan di pesantren-pesantren.

"Di Jember misalnya, ini kan juga kota Santri, Pak Jokowi sudah menjalankan program Kopentren, Koperasi Pesantren, nantinya juga ada berbagai pelatihan dari Balai Latihan Kerja yang bukan hanya menyasar para santri, namun juga pengasuh atau ustaz yang ada di pesantren," kata Charles saat dihubungi, Jumat (22/3/2019).

Ia berharap dalam dua atau tiga tahun mendatang, ada 1.000 pengusaha UMKM yang berasal dari pondok pesantren.

Menurut Charles, balai latihan kerja yang sekarang sudah ada dan akan terus dikembangkan, adalah terkait Bahasa Asing, lalu untuk keahlian permesinan.

"Sebagaimana kita ketahui, semua santri pasti manut, pasti hormat dengan ustaznya, Sami'na Wa Atho'na (Kami mendengar dan kami taat). Kalau pengasuh pesantren belum tahu mengenai dunia kewirausahaan kita juga berikan pelatihan ke mereka, sehingga bisa menularkan ke santri dan akhirnya semua memahami dunia wirausaha, dunia UMKM ke depan," jelas Caleg DPR NasDem dari daerah pemilihan Jatim IV (Jember-Lumajang) itu.

Dia menambahkan, yang tidak kalah pentingnya adalah pelatihan manajemennya, bagaimana menjalankan bisnis. Diyakini, hampir semua pengusaha UMKM itu belajar manajemen secara otodidak, belajar soal ekonominya secukupnya. “Ini harus dilatih, bagaimana mengatur modal, perputaran uang di bisnis, lalu mekanisme peminjaman ke bank, hingga membuat UD, CV, bahkan PT, perlu diberi kemampuan juga," tutur

Dihubungi terpisah, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima yudistria mengatakan saat ini sudah banyak contoh pesantren yang sukses, salah satunya di Sidogiri, Jawa Timur. Menurutnya, Pesantren Sidogiri punya aset yang cukup besar dan kewirausahaanya dalam bentuk koperasi.

Halaman
12
Editor: Ahmad Sabran
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved