Mayoritas Sekolah Dasar di Kota Depok Belum Terapkan Digitalisasi

khususnya sekolah dasar belum mengaplikasikan teknologi digital guna menunjang kegiatan belajar-mengajar.

Mayoritas Sekolah Dasar di Kota Depok Belum Terapkan Digitalisasi
Warta Kota/Gopis Simatupang
Wali Kota Depok, Mohammad Idris Abdul Shomad saat hadir dalam simposium SRSJ di Balai Kota Depok, Rabu (20/2/2019). 

WALI Kota Depok, Mohammad Idris Abdul Shomad, mengatakan, Kota Depok masih punya persoalan keseimbangan antara kemajuan zaman dengan penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan.

Dikatakan Idris, mayoritas sekolah di Kota Depok, khususnya sekolah dasar belum mengaplikasikan teknologi digital guna menunjang kegiatan belajar-mengajar.

Misalnya saja, pendaftaran siswa dan pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) yang masih pakai cara manual.

"Jangankan data base SDN, sampai tadi data muridnya pun enggak tahu gitu kepala sekolah ditanya, karena masih manual, pendaftarannya masih dicatat," ujar Idris saat ditemui di Hotel Bumi Wiyata, Jalan Raya Margonda, Kota Depok, Jumat (22/3/2019).

VIDEO: Begini Penampakan Situ Rawa Besar yang Mau Dijadikan Lokasi Wisata oleh Pemkot Depok

"Kadang-kadang enggak tahu hilang kemana dan sebagainya. Makanya digitalisasi ini menjadi sesuatu yang sangat urgent untuk meningkatkan prestasi," bilang Idris.

Seperti dikutip Wartakotalive.com, berdasarkan data Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok tahun 2018, terdapat 881 sekolah di Depok. Terdiri dari 309 sekolah negeri dan 572 sekolah swasta.

Dari angka tersebut, terdapat 448 SD, 226 SMP, 63 SMA, 131 SMK, serta 13 SLB.

Idris mencontohkan, hingga kini baru 30-40 persen SD yang telah menerapkan sistem digital. Sementara sisanya masih menggunakan cara-cara konvensional.

Saan Mustopa Sebut Akses Pendidikan Warga Miskin Jawa Barat Perlu Diperluas

Murid SMA Negeri 5 Padang Demo dan Mogok Belajar, Tuntut Dinas Pendidikan Ganti Kepala Sekolah

Diakuinya, Pemerintah Kota Depok bisa saja mempercepat sistem digitalisasi pendidikan di semua sekolah di Depok. Namun, selama ini Pemkot berpikir wali murid belum siap.

"Sebelumnya kan under estimate terhadap masyarakat yang tidak siap ketika mereka komunikasi dengan sekolah pakai elektronik, digital ini, pakai IT," kata Idris kepada Wartakotalive.com.

Selain itu, selama ini Pemkot masih fokus kepada persoalan lain.

Misalnya menyelesaikan masalah sertifikasi lahan sekolah, pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), memenuhi kecukupan toilet sekolah, dan lain-lain.

Tahun Depan, Pemkot Depok Menargetkan 80 Persen Sekolah di Wilayahnya Harus Ramah Terhadap Anak

Penelitian Terbaru Sebut Kopi Panas Lebih Sehat daripada Cold Brew, Ini Alasannya

Namun, melalui survei yang dilakukan perusahaan start up lokal, yang mendapati 95 persen wali murid siap untuk menghadapi digitalisasi sekolah, Idris akhirnya berubah pikiran.

"Ya, ini (digitalisasi pendidikan) memang suatu keniscayaan, tapi kemarin ada hal yang lebih prioritas. Makanya ketika tadi kita komunikasi, ternyata digitalisasi ini bukan sekedar bagaimana memfasilitasi pembayaran SPP dari orang tua ke sekolah. Termasuk juga tentang bagaimana mudahnya kita komunikasi menyelesaikan beberapa sekolah yang ada di Kota Depok," terangnya.

"Ini sangat penting untuk meningkatkan prestasi anak-anak kita dan juga prestasi guru-guru kita. Banyak sekali sekolah-sekolah, mohon maaf, yang tidak mempunyai database tentang gurunya. Bahkan ironisnya, ada sekolah yang tidak tahu jumlah muridnya," bilang Idris

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved