Dewan Pers Harap Media Harus Menjadi Penengah di Saat Ramai Hoax Pilpres 2019

Media produk jurnalistik itu memberikan informasi yang dikonformasi, verifikasi, dan ada tanggung jawab.

Dewan Pers Harap Media Harus Menjadi Penengah di Saat Ramai Hoax Pilpres 2019
Warta Kota/Dwi Rizki
Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf menggelar Jumat Jempol bertema 'Media di Tengah Dinamika Politik 2019' di kawasan SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat (22/3/2019) malam. 

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf kembali menggelar Jumat Jempol bertema 'Media di Tengah Dinamika Politik 2019' di kawasan SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Jumat (22/3/2019) malam.

Media harus menjadi penengah dari media sosial yang tidak bisa dicari kebenarannya.

Ketua Dewan Pers, Stanley Yoseph Adi mengatakan, jelang pemilihan umum (Pemilu) serentak 17 April mendatang, informasi mengenai politik begitu ramai.

Bahkan, informasi yang bersumber dari media cenderung berpihak kepada salah satu calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres).

Menurutnya, hal itu tidak bisa disalahkan lantaran banyak pemimpin media yang ikut dalam politik.

Kendati demikian, lanjut Yoseph, media produk jurnalis bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya lantaran ada cek and ricek di dalamnya.

Berbeda dengan media sosial yang kebenarannya tidak bisa diverifikasi.

"Media sosial itu katanya-katanya."

"Banyak akun palsu dan buzer."

"Itu yang harus diawasi."

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved