Anggota DPR Tuding Ada BBM Ilegal di Muara Baru, PT Sanmaru Membantah

Anam mengatakan PT Sanmaru Indo Energi setingkat dengan Pertamina dan berhak menyalurkan BBM Non Subsidi kepada masyarakat.

Anggota DPR Tuding Ada BBM Ilegal di Muara Baru, PT Sanmaru Membantah
Warta Kota
Anggota DPR Ivan Doly menemukan adanya transaksi BBM jenis solar subsidi secara ilegal di Dermaga Muara Baru,Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (17/3) malam. 

PT Sanmaru Indo Energi membantah pihaknya melakukan transaksi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar secara ilegal di Dermaga Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (17/3) malam seperti yang diungkapkan Anggota Komisi VII DPR Ivan Doly.

Direktur PT Sanmaru Indo Energi, Surya Anam mengatakan ada yang keliru dari temuan wakil rakyat tersebut di lapangan.

Anam menyebutkan bahwa operasional dan kegiatan perusahaannya sudah sesuai prosedur dan memiliki izin yang sah.

“Salah satunya soal distribusi BBM. Tidak semuanya dikendalikan Pertamina. Ada 20 persen yang dikelola swasta, nah salah satunya kami,” kata Anam, Kamis (21/3).

Anam mengatakan PT Sanmaru Indo Energi setingkat dengan Pertamina dan berhak menyalurkan BBM Non Subsidi kepada masyarakat.

VIDEO: Gubernur Anies Datangi Pulau Pramuka, Hadiri Musrenbang Kepulauan Seribu

Hal itu tertuang melalui surat Ditjen Migas Nomor 05.NW.03.20.00.106 dimana pihaknya telah mengantongi Ijin Niaga Umum (INU).

“BBM yang dijual hanya ke kapal nelayan dengan ukuran 30 GT. Sementara itu yang dibawahnya, nelayan biasanya memperoleh BBM Subsidi yang dikelola Pertamina. Dan itu semuanya legal,” tegas Anam.

Mengenai keberadaan kapal Tongkang yang menjadi tempat penyaluran BBM, Anam mengatakan hal itu bersifat stasioner alias tidak bergerak.

Keberadaan kapal serta operasi perusahaan juga diawasi ketat Unit Pelabuhan Teknis (UPT), Perindo, Kantor Kesyahbandar sebagai otoritas pelabuhan, dan instansi terkait lainnya.

Anam melanjutkan, pihaknya kecewa dengan langkah yang diambil Doly karena pada saat inspeksi dilakukan, pihaknya tidak mendapat informasi apapun tentang kegiatan itu. Selain itu, akibat inspeksi tersebut perusahaan juga merugi hingga 80 persen.

VIDEO: Wiranto Sebut Penyebar Hoaks Dijerat UU Terorisme, Polisi Bilang Begini

“Kami punya datanya semua. Kami siap perlihatkan data ini. Semestinya dia tanya ke kami, dan ajak kami,” ungkap Anam.

Kapolsek Muara Baru, AKP Dwi Susanto menegaskan bahwa saat ini belum ada laporan mengenai transaksi BBM Ilegal di wilayahnya. Selain tidak diajak dalam inspeksi itu, Dwi menduga inspeksi terindikasi karena persaingan usaha.

“Yah kalau ada yang dirugikan. Silakan lapor ke kami,” ungkapnya. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved