Pemilu 2019

Surat Suara Diantar Pakai Truk Terbuka Bikin Heboh Warga Bekasi

Menurut dia, kertas suara ini diantar dari Gudang GOR Bekasi untuk disimpang ke gudang logistik KPU Kota Bekasi.

Surat Suara Diantar Pakai Truk Terbuka Bikin Heboh Warga Bekasi
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Truk terbuka membawa karung isi surat suara Pileg dari Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi. 

BEKASI, WARTAKOTALIVE.COM -- Warga Kota Bekasi dihebohkan dengan pendistribusian surat suara Pemilihan Legislatif (Pileg) Provinsi Jawa Barat menggunakan truk terbuka dari Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Selain tidak sesuai aturan dan keamanan, pendistribusian surat suara menuju gudang logistrik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi di Jalan Karang Satria, Kelurahan Arenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi ini juga tidak mendapat pengawalan kepolisian.

Seperti yang diungkapkan oleh Amsar (36) warga Kota Bekasi, Jawa Barat ini.

Dia mengaku sempat menyaksikan satu unit truk bernopol B 9282 YY melintas di Jalan Djuanda, Bekasi Timur menuju gudang logistik KPU Kota Bekasi pada Selasa (19/3) siang lalu.

"Saya sebagai peserta pemilu tentu kecewa dengan mekanisme pendistribusian yang dilakukan KPU. Proses pengiriman tidak aman dan cenderung rawan terjadi kerusakan, misalnya kalau hujan," kata Amsar pada Kamis (21/3).

Amsar mengaku, awalnya tidak menyadari bahwa muatan truk berwarna putih itu mengangkut surat suara Pemilu. Namun saat sepeda motornya berada sekitar lima meter dari belakang truk, dia terkejut bahwa muatan truk itu adalah surat suara Pemilu.

"Saya kira awalnya hanya sampah kertas, namun nyatanya surat suara Pemilu yang dibalut plastik bening. Ini sungguh mengejutkan kita sebagai masyarakat," ujar Amsar.

Dani (32) warga lainnya menambahkan, harusnya sistem pendistribusian surat suara dilakukan secara tertutup menggunakan truk boks dan diberi segel. Dengan truk boks, kata dia, surat suara lebih aman dari tangan usil di jalan maupun cuaca hujan.

"Coba bayangkan, kalau lagi berhenti di lampu merah ada tangan usil yang mengambil surat suara. Bagaimana nanti sikap KPU menghadapi persoalan ini," imbuhnya.

Dia meminta agar KPU mengkaji mekanisme pendistribusian surat suara ini. Sebab, katanya, surat suara merupakan dokumen negara yang hanya boleh dibuka saat Pemilu berlangsung.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved