Kasus PLTU Riau-1, Jaksa KPK Tuntut Idrus Marham 5 Tahun Penjara dan Denda Rp 300 Juta

Mantan Sekretaris Jenderal Partai Golongan Karya atau Sekjen Golkar, Idrus Marham dituntut 5 tahun penjara oleh Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi

Kasus PLTU Riau-1, Jaksa KPK Tuntut Idrus Marham 5 Tahun Penjara dan Denda Rp 300 Juta
Warta Kota/Henry Lopulalan
Mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham meninggalkan Gedung KPK Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan usai menandatangani perpanjangan masa tahanan, Rabu (28/11). 

Mantan Sekretaris Jenderal Partai Golongan Karya atau Sekjen Golkar, Idrus Marham dituntut 5 tahun penjara oleh Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.

Selain Jaksa KPK tuntut Idrus Marham 5 tahun penjara, Idrus Marham didenda Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan.

Diketahui, Idrus Marham dituntut 5 tahun penjara terkait hal kasus proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU) Riau 1 atau PLTU Riau-1.

WartaKotaLive melansir Kompas.com, mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham dituntut 5 tahun penjara oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ini Sosok Wanita yang Berani Sandarkan Kepalanya ke Bahu Rocky Gerung

Rocky Gerung Ungkap Dampak Buruk Bangun Jalan Tol dan Plesetkan Tol Langit Maruf Amin

Ini Rumah Mewah Syahrini di Jakarta dan Bogor, Krishna Murti dan Sujiwo Tejo Respons Mahar Rp 40 M

Idrus juga dituntut membayar denda Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan.

"Kami menuntut supaya majelis hakim menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi," ujar jaksa Lie Putra Setiawan saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Dalam pertimbangan, jaksa menilai, perbuatan Idrus tidak mendukung pemerintah dalam memberantas korupsi.

Namun, Idrus bersikap sopan selama persidangan.

Idrus juga belum pernah dipidana

Selain itu, Idrus tidak menikmati hasil pidana yang dilakukan.

Halaman
123
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved