Pemilu 2019

Survei Litbang Kompas Sebut Jokowi-Maruf 49, Prabowo-Sandi 37, Bagaimana Metodologinya?

si ibu itu lagi ke ladang atau ke pasar, tenaga survei kami, ya, harus menunggu dan mewawancarai ibu itu,” ujar Kristanto.

Survei Litbang Kompas Sebut Jokowi-Maruf 49, Prabowo-Sandi 37, Bagaimana Metodologinya?
kompas.com
Hasil survei Litbang Kompas menunjukkan jarak elektabilitas pasangan Jokowi-Amin dan Prabowo-Sandi makin tipis.. 

Litbang Kompas merilis hasil survei elektabilitas pasangan capres-cawapres yang menunjukkan selisih elektabilitas tipis.

Pasangan 01. Jokowi-Ma'ruf Amin sebesar 49,2% dan pasangan 02. Prabowo-Sandiaga 37,4% dan Rahasia 13,4%

Harianto ditemani Manager Database Litbang Kompas Ignatius Kristanto menjelaskan, bagaimana metodologi survei yang dilakukan Litbang Kompas.

Kristanto menjelaskan, survei elektabilitas pilpres kali ini diperoleh dari 2.000 responden di 500 desa yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Adapun dari satu desa diambil empat responden yang dipilih secara acak.

VIDEO: Kondisi Truk Tangki BBM yang Dibajak Pendemo Rusak di Beberapa Bagian

Penentuan jumlah responden di tiap provinsi dilakukan berdasarkan jumlah penduduk dan daftar pemilih tetap (DPT) serta data potensi desa menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru. Misalkan di provinsi A terdapat 5 persen dari total DPT, maka di provinsi itu akan dicari responden sebanyak 5 persen dari 2.000 responden yang ditetapkan litbang.

Dari tingkat provinsi, pencarian responden akan dipersempit ke tingkat kabupaten/kota, kelurahan, hingga RT. Di tingkat kelurahan, Litbang Kompas memilih dua RT secara acak. Kemudian di tingkat RT, setelah meminta izin untuk melakukan survei, Litbang Kompas mendata semua kartu keluarga (KK) di wilayah itu.

”Misalkan dari pengacakan itu diperoleh RT tujuan yang berada di daerah terpencil di atas gunung. Itu tetap harus didatangi tenaga survei,” ujar Kristanto.

Setelah memperoleh data KK, Litbang Kompas akan memilih responden secara acak total empat orang dari dua keluarga. Adapun dalam satu keluarga itu akan dicari responden satu orang laki-laki dan satu perempuan yang telah berusia 17 tahun ke atas.

”Apabila dalam pemilihan secara acak itu keluar nama ibu, si ibu itu lagi ke ladang atau ke pasar, tenaga survei kami, ya, harus menunggu dan mewawancarai ibu itu,” ujar Kristanto.

Para responden diminta menjawab 150 pertanyaan terkait dengan pemilu.

Halaman
12
Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved