INFO KEMENTERIAN

Kunjungi NTT, Mensos Salurkan Bansos Rp 627 Miliar

Bansos PKH dan BPNT Tahap I Provinsi NTT Tahun 2019 adalah Rp627 Miliar terdiri dari PKH untuk 376.880 keluarga dan BPNT/Rastra untuk 455.947 keluarga

Kunjungi NTT, Mensos Salurkan Bansos Rp 627 Miliar
Dok. Humas Kementerian Sosial
Menteri Sosial RI, Agus Gumiwang Kartasasmita berfoto bersama ibu-ibu di Sikka, NTT saat sosialisasi bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk Provinsi NTT senilai total Rp627 miliar, Selasa (20/3/2019). 

MENTERI Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita tiba di Sikka, NTT dalam rangka sosialisasi bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk Provinsi NTT senilai total Rp627 miliar. 

"Saya ingin menyampaikan pesan Bapak Presiden bagi Ibu-ibu penerima PKH agar pemanfaatan bantuan PKH dan BPNT untuk pemenuhan gizi anggota keluarga, untuk sekolah anak-anak agar mereka sehat dan pintar. Karena anak-anak adalah masa depan dan generasi penerus bangsa," tutur Menteri dalam sosialisasi bansos PKH dan BPNT Tahap I yang berlangsung di Gedung Sikka Convention Center, Komplek Bupati Sikka, Selasa (19/3).

Mensos juga menekankan dengan adanya bansos PKH, ibu-ibu juga harus terdorong untuk mandiri, keluar dari kemiskinan, dan mewujudkan kemandirian ekonomi sehingga tidak bergantung pada bantuan. 

"Gunakan uang bansos PKH dengan bijak dan rencanakan dengan baik. Setelah disisihkan untuk sekolah dan belanja pangan bergizi untuk anak-anak, disisihkan juga untuk modal pengembangan usaha sesuai dengan keterampilan ibu-ibu," terang Menteri. 

Ibu-ibu, lanjutnya, akan dibimbing oleh Pendamping PKH. Kesempatan ini harus dimanfaatkan untuk belajar cara mengelola uang bantuan secara bijak dan menggunakannya untuk keperluan produktif.

Kementerian Sosial, lanjutnya, juga menyalurkan bantuan sosial Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) untuk mempercepat kemandirian penerima manfaat. 

"Dengan intervensi beberapa bantuan sosial sekaligus, diharapkan kurang dari lima tahun mereka dapat mandiri," katanya.

Mensos kemudian memanggil beberapa ibu ke depan panggung dan menanyakan seputar penggunaan uang PKH. Mereka antusias menjawab pertanyaan dari sang menteri, serta bercerita tentang penggunaan uang bansos. 

Selain berdialog, Menteri juga meninjau beragam produk usaha rumahan yang dikelola ibu-ibu penerima PKH dan BPNT, serta memantau langsung proses pencairan bantuan oleh ibu-ibu melalui Agen Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai bank penyalur. 

Turut mendampingi Mensos dalam kunjungan kerja kali ini adalah Anggota Komisi XI DPR RI Melchias Marcus Mekeng, Bupati Sikka F Roberto Diogo,  Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat, Kepala Badan Pendidikan dan Penelitian Harry Soeratin, dan Vice President Divisi Social Entrepreneurship Bank BRI Taofik Hidayat.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat didampingi Kepala Biro Humas Kementerian Sosial Sonny W. Manalu menjelaskan bantuan sosial PKH dan BPNT Tahap I untuk Provinsi NTT Tahun 2019 adalah Rp627 Miliar terdiri dari PKH untuk 376.880 keluarga dan BPNT/Rastra untuk 455.947 keluarga. 

“Khusus untuk Kabupaten Sikka total bantuan Rp28 miliar untuk 17.728 keluarga penerima PKH dan 19.953 keluarga penerima BPNT,” ujarnya.

Anggota Komisi XI DPR RI Melchias Marcus Mekeng mengatakan PKH merupakan program yang sangat baik dalam meningkatkan kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

Mekeng, demikian ia biasa disapa, menilai PKH mampu mendorong anak-anak terus bersekolah dan memberikan makanan bergizi. 

"Program ini harus terus berjalan dan DPR berharap ibu-ibu PKH punya cita-cita untuk mandiri. Kami akan dorong terus program ini," tambahnya.

Penulis: Ichwan Chasani
Editor: Ichwan Chasani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved