Kemenhub Keluarkan Aturan Baru Ojek Online, Driver Harus Bersepatu dan Tak Boleh Bercelana Pendek

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 yang mengatur ojek online telah terbit. Driver tidak boleh bercelana pendek dan harus bersepatu

Kemenhub Keluarkan Aturan Baru Ojek Online, Driver Harus Bersepatu dan Tak Boleh Bercelana Pendek
Kompas.com/Garry Andrew
Driver ojek online demo di depan Istana, Selasa (27/3/2018) 

Budi Karya menyebut besaran tarif yang diusulkan mitra pengemudi Rp 3.000 per km dikhawatirkan akan memberatkan pengguna.

"Oleh karenanya, saya usulkan in between (di antara), yaitu Rp 2.400 per km, sebagai angka usulan," katanya.

                          Poin utama

PM Perhubungan No 12 Tahun 2019 terdiri dari 21 pasal dan delapan bab. Terdapat beberapa poin utama yang ada di peraturan tersebut, yakni tentang keselamatan, keamanan, kenyamanan, keteraturan, keterjangkauan, suspend dan biaya jasa.

"PM 12 nomor 2019 sudah diundangkan dan tinggal tugas saya sosialisasi PM ini di beberapa kota besar di Indonesia," ujar Budi Setiyadi di kantornya, Jakarta, Selasa (19/3).

Terkait keselamatan, pengemudi tak boleh membawa lebih dari satu penumpang.

Adapun atribut yang harus dikenakan pengemudi adalah: jaket yang disertai identitas, menggunakan celana panjang, sepatu, sarung tangan, membawa jas hujan, dan mengenakan helm berstandar SNI.

Dalam aspek keamanan, diatur mengenai identitas pengemudi dan sepeda motor harus sama dengan yang tertera di aplikasi serta dari sisi aplikator harus melengkapi aplikasinya dengan fitur tombol darurat.

Cermat Melihat Aneka Diskon Jasa Layanan Ojek Online, Jangan Salahkan Aplikasinya

Di aspek kenyamanan, pengemudi harus memakai pakaian yang sopan, bersih dan rapih.

Pengemudi juga harus berperilaku ramah dan sopan serta dilarang merokok saat mengantar penumpang.

Halaman
123
Editor: Yupratomo DP
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved