Pemilu 2019

Dapat Dukungan Honorer Indonesia Bersatu, Yusril Makin Optimistis PBB Masuk Parlemen

Dapat Dukungan Honorer Indonesia Bersatu, Yusril Makin Optimistis PBB Masuk Parlemen

Dapat Dukungan Honorer Indonesia Bersatu, Yusril Makin Optimistis PBB Masuk Parlemen
Warta Kota/Feryanto Hadi
Tenaga honor lintas instansi yang tergabung dalam Honorer Indonesia Bersatu dukung Partai Bulan Bintang (PBB). 

Partai Bulan Bintang (PBB) mendapat tenaga baru dalam mengarungi persaingan perolehan suara dalam pemilihan umum legislatif.

Dukungan para tenaga honor lintas instansi yang tergabung dalam Honorer Indonesia Bersatu diharapkan mampu mendongkrak perolehan suara partai besutan Yusril Ihza Mahendra untuk dapat menembus ambang batas parlemen sebesar empat persen.

Ketua Honorer Indonesia Bersatu, Nur Romli mengungkapkan, jatuhnya pilihan dukungan kepada PBB karena mereka melihat hanya PBB melalui Yusril yang selama ini aktif dan serius memperjuangkan nasib tenaga horor.

Hal ini dibuktikan dengan bersedianya Yusril menjadi kuasa hukum pegawai honorer K2 untuk mengajukan judicial review terhadap Permen PAN-RB Nomor 36 Tahun 2018 Tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil dan Pelaksanaan Seleksi CPNS 2018 ke Mahkamah Agung.

"Kami berasal dari berbagai daerah di Indonesia gabungan seluruh tenaga honor di pemerintahan baik itu guru honorer, damkar, Satpol PP, bidan, perawat dan lain-lain. Kami ke sini berharap PBB mampu memperjuangkan aspirasi kami ketika nanti duduk di parlemen," kata Nur Romli di sela deklarasi dukungan di Kantor DPP PBB, Jalan Pasar Minggu Raya, Jakarta Selatan, Rabu (20/3) petang.

Romli sadar, untuk bisa lolos ke parlemen, PBB membutuhkan dukungan nyata. Hal itu yang mendorong mereka kompak memilih calon legislatif dari PBB agar perolehan suara bisa mencapai ambang batas empat persen.

"Jumlah kami sangat besar. Kami akan ajak keluarga untuk memilih PBB di pemilu nanti untuk bisa berjuang secara konstitusional di DPR," ungkapnya.

Romli menyebut, sejauh ini berbagai upaya sudah dilakukan oleh para tenaga honorer untuk menuntut keadilan. Termasuk aksi demonstrasi yang ternyata tidak juga membuahkan hasil.

"Makanya, kami mendukung PBB untuk mendapatkan perolehan suara, masuk ke DPR dan berjuang bersama pada honorer untuk memperjuangkan nasib para honorer di Indonesia. Harapan kami bisa mendapatkan payung hukum yang jelas, nasih yang jelas dan kesejahteraan yang jelas," kata Romli.

Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra menyambut gembira dukungan tenaga honor dari seluruh Indonesia terhadap partainya.

Menurutnya, jumlah tenaga honor yang cukup besar, jutaan orang, diharapkan menjadi suara tambahan PBB dalam meraih hasil maksimal pada pemilu nanti.

"Kami pribadi, sudah lama berusaha memperjuangkan nasib tenaga honor, bukan saat momentum pileg saja baik untuk guru honorer lewat Mahkamah Agung maupun Guru PAUD di Mahkamah Konstitusi. Konsen kami terhadap nasib honorer sangat besar. InsyaAllah saat lolos ke parlemen nanti, kita akan berjuang untuk mewujudkan keadilan bagi tenaga honor," ungkap Yusril.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved