Wajah Brenton Tarrant Pembunuh 50 Jamaah Diblur Saat Persidangan, Ternyata Ini Alasannya

Wajah Brenton Tarrant Pembunuh 50 Jamaah Diblur Saat Persidangan, Ternyata Ini Alasannya

Wajah Brenton Tarrant Pembunuh 50 Jamaah Diblur Saat Persidangan, Ternyata Ini Alasannya
ISTIMEWA
Brenton Tarrant, terdakwa pembunuh 49 orang di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, menunjukkan simbol tertentu saat menjalani sidang perdana di pengadilan setempat, Sabtu (16/3/2019). Simbol ini diyakini banyak pihak merupakan kode yang biasa dipakai kelompok supremasi kulit putih. 

DIKUTIP TribunWow.com dari Heavy.com, semua mata tertuju pada Brenton Tarrant di pengadilan Christchurch yang dipimpin oleh hakim daerah, Paul Kaller, pada Sabtu (15/3/2019).

Dalam persidangan itu, polisi menduga bahwa setelah melepaskan tembakan di dalam Masjid Al Noor, Tarrant pergi ke Masjid Linwood di seberang kota dan terus mengamuk.

Tarrant pada persidangannya tampak mengenakan pakaian penjara putih dan sesekali terlihat bingung.

Tarrant yang diborgol tanpa mengenakan alas kaki, tampak tersenyum ketika dia muncul di pengadilan.

Dari foto-foto yang beredar, Tarrant tampak dijaga sangat ketat.

Disebutkan pula, ia justru menyeringai ketika media mengambil fotonya.

Brenton Tarrant (28), pria asal Australia yang disebut sebagai pelaku penembakan brutal di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019).
Brenton Tarrant (28), pria asal Australia yang disebut sebagai pelaku penembakan brutal di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019). (ISTIMEWA)

3 Kriteria Lelaki Idaman Luna Maya, Salah Satunya Punya Pekerjaan Tetap

Jokowi Nekat Kunjungi Lokasi Ledakan Bom Sibolga, Iwan Fals: Duh Pak, Ini Bukan Soal Berani

Bekerja Jadi Perawat di Jepang Dapat Gaji Hingga Belasan Juta Rupiah

Publik Menanti Ulang Tahun Theo Walcott ke-30

Ia pun membuat simbol menggunakan jarinya, jari telunjuk dan jempol tampak disatukan seperti membentuk simbol 'OK' terbalik.

Namun, banyak yang mengatakan bahwa simbol tersebut bisa juga sebagai simbol "Kekuatan Putih".

Dilansir oleh Dailymail.co.uk, selama persidangan Tarrant berdiri tegak di tempatnya dan sesekali dia memutar tubuhnya berulang kali untuk melirik media.

Awalnya, Tarrant tampak tersenyum tipis, tetapi memudar menjadi ekspresi netral saat sidang terus berlanjut.

Halaman
1234
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved