Pemkot Depok Buka Lowongan untuk Merekrut 150 Pegawai Honorer

Syaratnya di antaranya, terdaftar dalam data base Badan Kepegawaian Nasional (BKN), memiliki ijazah S1, tidak pernah keluar atau masuk jadi honorer.

Pemkot Depok Buka Lowongan untuk Merekrut 150 Pegawai Honorer
Warta Kota/Muhammad Azzam
Ilustrasi tenaga kerja honorer. 
Kabar gembira bagi warga Kota Depok yang ingin mengabdi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Saat ini, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok tengah membuka rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) untuk tenaga kerja honorer K2.
Kepala BKPSDM Kota Depok, Supian Suri, mengatakan, rekrutmen P3K ini merupakan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen P3K. Langkah tersebut dilakukan lantaran Depok memang kekurangan ASN.
"Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, kami melaksanakan program pemerintah pusat untuk menerima pegawai. Alokasi anggaran sudah ada sehingga kami wajib menerima rekrutmen P3K ini," ujar Supian saat ditemui di Balai Kota Depok, Selasa (19/3/2019).
Supian menjelaskan, ada 238 calon pegawai honorer yang telah mendaftar menjadi P3K. Dari semua pendaftar, nantinya akan direkrut sebanyak 150 orang untuk menempati sejumlah posisi. Antara lain 128 guru SD, 14 guru SMP, dan 8 orang penyuluh pertanian.
Untuk dapat mendaftar menjadi P3K, jelas Supian, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.
Di antaranya, terdaftar dalam data base Badan Kepegawaian Nasional (BKN), memiliki ijazah S1, tidak pernah keluar atau masuk menjadi honorer K2, serta mengikuti tes sosial, kultural hingga managerial.
"Jika semua tahapan mendapatkan nilai baik tentunya bisa menjadi P3K. Sebab itulah syaratnya," bilang Supian, yang juga mengemban tugas sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok.
Dia mengungkapkan, masa jabatan P3K yang akan diterima setelah mengikuti uji kompetensi hanya selama satu tahun. Apabila dalam satu tahun masa pengabdiannya bagus tentunya akan diperpanjang dan statusnya ditingkatkan menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Wali Kota Depok, Mohammad Idris Abdul Shomad, sebelumnya mengatakan, dengan banyaknya tugas-tugas birokrasi, postur ASN Kota Depok masih jauh dari ideal. Karena itu, dia berharap Pemerintah Pusat mau mendelegasikan banyak ASN baru untuk berdinas di wilayah penyangga Ibu Kota itu.
Idris menyampaikan, berdasarkan jumlah penduduk Kota Depok yang mencapai 2,3 juta jiwa, maka jumlah ASN yang dibutuhkan sekitar 23.000 orang. Angka itu masih sangat jauh dari total ASN Kota Depok saat ini yang 'cuma' 6.000-an.
 
"(Depok) masih butuh (ASN), banyak. Kita minta ke Pusat untuk dipenuhi semuanya. Paling tidak rasionya 1 berbanding 100. Satu PNS melayani 100 penduduk. Kalau 2,3 juta itu kita butuh berapa PNS," ujar Idris, belum lama ini. 
Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved