Pilpres 2019

IPW: Tugas Terberat Polisi Jelang Pemilu 2019 Antisipasi Rasa Percaya Diri Pendukung Capres

Tugas berat ini perlu ditangani secara profesional oleh jajaran kepolisian agar tidak terjadi benturan di masyarakat.

IPW: Tugas Terberat Polisi Jelang Pemilu 2019 Antisipasi Rasa Percaya Diri Pendukung Capres
Warta Kota
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, memimpin Apel 3 pilar 2019 di Silang Monas, Jakarta pusat, Rabu (27/2/2019). Apel Gabungan Pemprov DKI Jakarta, TNI dan Polri terserbut dalam rangka persiapan pengamanan pemilu pada April mendatang. 

INDONESIA Police Watch (IPW) menilai ada tiga tugas berat Polri menjelang Pilpres 2019 maupun pasca Pilpres 2019 ini, selain menjaga keamanan.

Tugas berat ini perlu ditangani secara profesional oleh jajaran kepolisian agar tidak terjadi benturan di masyarakat.

Ketua Presidium IPW Neta S Pane mengatakan tiga tugas berat Polri menjelang dan pasca Pilpres ini yakni; pertama, mengantisipasi rasa percaya diri yang berlebihan dari para pendukung capres.

"Dikhawatirkan jika capresnya kalah di Pilpres 2019 akan memunculkan masalah serius di masyarakat," kata Neta, Selasa (19/3/2019).

Kedua, kata Neta, mengantisipasi isu adanya upaya mendelegitimasi hasil Pilpres 2019.

Debat Pilpres 3, Sandiaga Uno Terapkan Filosofi Pelari dengan Jaga Momentum Jelang Garis Finis

Perbedaan Pilihan Politik di Pileg dan Pilpres 2019 Tidak Boleh Membuat Perpecahan di Masyarakat

"Isu ini dikhawatirkan akan menjadi bola liar yang bisa mengancam keamanan masyarakat pasca Pilpres 2019," katanya.

Ketiga adalah, jajaran kepolisian perlu mendata dan mengantisipasi melebarnya kantong kantong radikalisme dan terorisme.

"Dengan antisipasi yang ketat, kepolisian bisa segera mengunci kelompok kelompok radikal maupun terorisme yang hendak bergerak memanfaatkan panasnya situasi eforia politik menjelang maupun pasca Pilpres 2019," ujarnya.

Neta menjelaskan ditemukannya sejumlah bahan peledak dan aksi bom bunuh diri di Sibolga Sumut adalah indikasi meluasnya jaringan kelompok radikal dan teroris di tahun politik 2019.

"Kami menilai situasi keamanan nasional menjelang Pilpres 2019 semakin panas. Para pendukung capres tidak hanya larut dalam eforia politik yang tinggi, tapi juga sudah terjebak dalam "pertarungan hidup mati"," katanya.

ILC Malam Ini Bakal Bahas OTT Romahurmuziy, Andi Arief Berterima Kasih kepada Karni Ilyas

Ini Fitur Unggulan Samsung Galaxy M10, Dijual Rp 1,7 Juta di Indonesia Mulai 27 Maret Mendatang

Ratna Sarumpaet Tulis Buku Selama 5 Bulan di Penjara, Minggu Depan Diluncurkan

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved