Berita Video

VIDEO: Ini Alasan Para Pekerja Bajak Dua Mobil Tangki BBM ke Depan Istana Negara

148 orang yang memasuki usai pensiun belum dibayarkan pesangon hingga hidupnya terlunta-lunta,

Dua unit mobil Tangki Bahan Bahan Minyak (BBM) dibajak oleh sekelompok serikat pekerja awal mobil tangki dari kawasan Jakarta Utara menuju depan Istana Negara, Senin (18/3).

Masing-masing mobil ber plat polisi B 9214 TFU dan B 9575 UU yang dikemudikan Muslih bin Engkon dan Cepi Khaerul, kini telah diamankan dan terparkir di area Monumen Nasional (Monas)

Pembajakan itu dilakukan sebagai bentuk keresahan para Serikat Pekerja Awak Mobil Tanki (SPAMT) Pertamina, atas tuntutan yang dilayangkan oleh anak perusahaan BUMN tersebut.

Humas Serikat Pekerja Awak Mobil Tanki Pertamina, Wadi Atma Wijaya mengatakan jika pengambilan dua tangki BBM ini sebagai bentuk reaksi para pekerja karena selama 21 bulan tidak diberikan upah, sehingga menyebabkan dampak sosial para pekerja.

"Dengan aspek dasar dan tekanan ekonomi hingga akhirnya temen-temen ini melakukan nekat sekaligus menuntut Bapak Presiden yang seharusnya sesuai dengan amanat konstitusi mampu menegakan undang-undang yang berlaku, tapi hingga saat ini permasalahan tidak terselesaikan, sehingga mereka berlaku nekat," kata Wadi Atma Wijaya, Senin (18/3/2019).

VIDEO: Slank Sebut Deklarasi Dukung Pasangan 01 Jokowi Maruf Adalah Panggilan Seni

VIDEO: TPA Burangkeng Kembali Beroperasi Setelah Dua Minggu Ditutup Warga

Senjata Pembantai Milik Brenton Tarrant Tipe AR 15 Bertuliskan Pengungsi Selamat Datang di Neraka

Mereka juga berencana menyampaikan pendapat atas tuntutan-tuntutan didepan Istana pada siang ini.

Adapun tuntutan mereka yaitu menuntut pihak Pertamina membayarkan upah, serta PHK lewat sms tidak sesuai dengan undang-undang.

Selain itu mereka juga menuntut untuk segera dibayarkan upah pesangon yang sudah masuk dalam kategori memasuki usai pensiun dan segera pekerjakan berdasarkan nota khusus yang dikeluarkan oleh Suku Dinas Tenaga Kerja Jakarta Utara yang telah disahkan Pengadilan Negeri yaitu segera mengangkat pegawai tetap awak mobil tangki.

"Intinya seluruh pekerja awak mobil tangki dibayarkan upah lemburnya, tapi kami bergerak berdasarkan yang masuk dalam organisasi kami ada 1.095 orang dan sekarang yang bergerak ada 848 orang," ujarnya.

Para pekerja merasa resah akan upah-upah yang tidak kunjung dibayarkan hingga mengakibatkan 120 anak yang wajib belajar harus putus sekolah.

Halaman
12
Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved