Sekolah di Tangsel Ini Tidak Gunakan Styrofoam, MSG, dan Soda

sekolah menengah pertama (SMP) Global Islamic School (GIS), Tangerang Selatan terpilih sebagai Sekolah Bersih dan Sehat tingkat Provinsi Banten.

Sekolah di Tangsel Ini Tidak Gunakan Styrofoam, MSG, dan Soda
Warta Kota
Bank Sampah di sekolah Global Islamic School (GIS), Serpong Tangerang Selatan, Sabtu (16/3/2019). 

Kebersihan dan kesehatan merupakan hal penting, keduanya menjadi tolak ukur bagi masyarakat untuk terus menjaga lingkungan di sekitarnya.

Pemerintah pun rutin memberikan penghargaan bagi sekolah yang berhasil menjaga kebersihan dan kesehatan di lingkungannya.

Tahun ini, sekolah menengah pertama (SMP) Global Islamic School (GIS), Tangerang Selatan terpilih sebagai Sekolah Bersih dan Sehat tingkat Provinsi Banten.

Penghargaan itu didapatkan setelah sebelumnya GIS memenangkan sekolah bersih dan sehat tingkat Kota Tangerang Selatan.

Warga Berbondong-bondong ke KPU Jakarta Barat Minta Form A5 Buat Pindah TPS Pencoblosan

Ketua P3 Rommy Ditangkap KPK, Prasetio Edi Bilang ini Bukti Jokowi Tidak Tebang Pilih Korupsi

Ruang Kerja Menteri Agama Disegel KPK Terkait Romahurmuziy, Lukman Hakim Saifuddin Ogah Komentari

Menurut Kepala SMP GIS, Swandaru, pihaknya memang tegas dalam beberapa hal terkait kebersihan dan kesehatan.

"Makanan kita tidak pakai styrofoam, makanan tidak pakai MSG, dan tidak ada soda," ujar Swandaru, Sabtu (16/3/2019).

Dijeskan Swandaru, penghargaan itu diberikan setelah sejumlah dinas menyambangi sekolahnya, yakni Dinas Pendidikan, Agama, Lingkungan Hidup, dan Kesehatan.

Selain itu, Swandaru juga menjelaskan sekolahnya juga mendapat penghargaan Pengelolaan Bank Sampah Terbaik tingkat Kota Tangerang Selatan pada saat Hari Sampah Nasional lalu.

Sampai saat ini, terdapat setidaknya 20 bank sampah kecil dan 15 komposter untuk kemudian kembali diurai untuk menyiram tanaman atau menjadi pupuk.

Swandaru berharap dari sejumlah program lingkungan yang sudah berjalan di sekolahnya dapat membuat para siswanya lebih kreatif, khususnya pengelolaan sampah.

"Kita bisa menghasilkan produk-produk dari pengolahan limbah sampah kita, misalnya craft kerajinannya, mengubah sampah menjadi emas," ucapnya.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved