Pemkab Bekasi Akan Kerahkan Aparat Jika Warga Burangkeng Menolak Usulan Solusi Ini

"Jika opsi itu tidak diterima, terpaksa kita kerahkan aparat untuk buka TPA itu," ujar Asisten Daerah III Kabupaten Bekasi, Suhup, Minggu (17/3/2019).

Pemkab Bekasi Akan Kerahkan Aparat Jika Warga Burangkeng Menolak Usulan Solusi Ini
Wartakotalive.com/Muhammad Azzam
Warga Desa Burangkeng berjaga di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Jumat (15/3). 

Pemerintah Kabupaten Bekasi menawarkan opsi terakhir kepada warga Desa Burangkeng, yang melakukan penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng. Jika opsi itu tidak terima Pemkab Bekasi terpaksa melakukan pembukaan paksa TPA yang ditutup warga.

"Jika opsi itu tidak diterima, terpaksa kita kerahkan aparat untuk buka TPA itu," ujar Asisten Daerah III Kabupaten Bekasi, Suhup, Minggu (17/3/2019).

Suhup mengatakan batal membuka paksa tempat pembuangan akhir (TPA) Burangkeng di Kecamatan Setu pada Jumat, 15 Maret 2019. Sebab, pemerintah masih memberikan opsi kepada warga perihal kompensasi bau sampah.

"Masih ada opsi yang memungkinkan kita tak melanggar aturan," kata Suhup.

VIDEO: Aksi Sandiaga dan AHY Main Basket Diiringi Sorakan Histeris Penonton

Lilik Korban Meninggal Penembakan Selandia Baru Pernah Pakai Topi #2019GantiPresiden, Ini Status FB

Senjata Pembantai Milik Brenton Tarrant Tipe AR 15 Bertuliskan Pengungsi Selamat Datang di Neraka

Opsi yang tidak melanggar itu yakni pemberian anggaran melalui dana desa.

"Bentuknya pemberdayaan masyarakat, bisa padat karya atau badan usaha bersama. Keuntungannya bisa dibagikan kepada masyarakat," kata Suhup tanpa merinci nilai dana itu.

Suhup menjelaskan dana itu akan dikirimkan ke kas desa untuk kegiatan yang sifatnya memberikan keuntungan bagi masyarakat di sana. Bukan pemberian uang tunai kepada masyarakat langsung.

"Kita bisa memberikan bantuan kompensasi tapi bukan berupa uang. Semoga warga bisa segera putuskan dan menerima opsi itu. Kita tidak ingin ada benturan," ujar Suhup.

Sebelumnya, Jumat 15 Maret 2019, Pemkab Bekasi tak jadi mengerahkan aparat untuk membuka paksa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng. Hal itu dikarenakan Pemkab tidak ingin terjadi keributan. Kemudian Pemkab Bekasi masih memberikan kesempatan kepada warga dengan memberikan opsi penyelesaian penutupan TPA ini.

Diketahui, Senin (4/3/2019) ratusan warga Desa Burangkeng berunjuk rasa di depan TPA Burangkeng dengan menutup TPA. Truk sampah tidak diperbolehkan masuk dan ada aktivitas di TPA.

Dalam menjawab tuntutan warga tersebut, Pemkab Bekasi telah tiga kali melakukan rapat bersama. Bahkan mengundang warga itu.

Terakhir, Rabu (13/3/2019) Pemkab Bekasi bertemu warga Desa Burangkeng atau Tim 17 pertemuan itu dilakukan di Kantor Sekda Kabupaten Bekasi. Dalam pertemuan itu, Pemkab Bekasi memutuskan tidak bisa memberikan kompensasi berupa uang kepada warga desa karena tidak diwajibkan dalam aturan yang berlaku.

Akibatnya, sampah menumpuk di sejumlah wilayah Kabuapaten Bekasi.

Sementara itu, tuntutan warga Desa Burangkeng antara lain, menuntut dibangun saluran air di permukiman warga, diberikan uang kompensasi dari Pemkab Bekasi, perbaikan akses jalan TPA, pemeliharaan serta pembenahan TPA, dan lainnya. (M18)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved