Dewan Desak Pemkot Depok Segera Perbaiki Drainase, Banyak yang Sudah Tak Layak!

Seperti daerah lain, Kota Depok tidak luput dari permasalahan banjir yang kerap menjadi momok tiap memasuki musim penghujan.

Dewan Desak Pemkot Depok Segera Perbaiki Drainase, Banyak yang Sudah Tak Layak!
Warta Kota
Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Shomad memberikan keterangan kepada awak media soal penanganan banjir di Depok, beberapa waktu lalu. 

Seperti daerah lain, Kota Depok tidak luput dari permasalahan banjir yang kerap menjadi momok tiap memasuki musim penghujan.

Salah satu titik rawan banjir di Kota Depok berada di kompleks perumahan Taman Duta, Kecamatan Cimanggis. Sudah bertahun-tahun, warga selalu dipaksa merasakan kebanjiran tanpa ada solusi berarti.  Di luar Taman Duta, masih banyak kawasan rawan banjir di Depok.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok, Yeti Wulandari, meminta Pemerintah Kota Depok memasukkan penyelesaian masalah banjir ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Depok tahun 2020.

"DPRD mendorong Pemerintah Kota agar segera melakukan perbaikan-perbaikan drainase yang sudah tidak layak, terutama di daerah-daerah titik banjir," ujar Yeti Wulandari, dalam Musrenbang Kota Depok, baru-baru ini.

Untuk menyelesaikan persoalan banjir, Yeti di antaranya mendorong Pemkot untuk mendesak pengembang Tol Cijago untuk merealisasikan rencana sodetan Setu Pengarengan ke Kali Sugutamu, demi mencegah banjir di kompleks Taman Duta dan sekitarnya.

"Pada tahun 2009 yang lalu mereka mempunyai janji untuk melakukan sodet Setu Pengarengan. Insya Allah apabila sodetan ini bisa segera dilakukan, banjir yang selama ini selalu terjadi di daerah Taman Duta, Kali Laya, akan segera teratasi," tuturnya kepada Wartakota.

Tak hanya itu, Dewan juga mendesak Pemkot untuk membangun drainase di sepanjang jalan yang belum memiliki drainase dan mengoptimalisasikan fungsi setu untuk secara maksimal menampung debit air yang besar di saat hujan lebat.

"Serta melakukan pengawasan dan penindakan yang tegas terhadap bangunan-bangunan yang jelas-jelas melanggar garis sempadan sungai dan setu sehingga permasalahan banjir yang setiap tahun selalu ada bisa segera teratasi," papar Yeti.

Akui masih banyak

Wali Kota Depok, Mohammad Idris Abdul Shomad, mengakui bahwa masih banyak jalan raya yang drainasenya bermasalah.

Antara lain jalan provinsi sepanjang 8,5 meter di beberapa ruas. Karena merupakan jalan provinsi, Idris berharap Pemprov Jawa Barat dapat mengurusi masalah drainase itu tahun depan.

"Sepanjang jalan 8,5 kilometer jalan provinsi, itu tidak ada drainasenya sama sekali. Nah kita minta, kita usulkan dibuatkan drainase. Kalau pembangunan jalannya ada tahun ini, bantuan dari provinsi. Kita minta penataan jalannya tahun 2020 sehingga lebih bagus," ujar Idris.

Terkait sodetan Setu Pengarengan ke Kali Sugutamu, menurut Idris, pihaknya tidak bisa melakukannya karena berada dalam kawasan jalan nasional.

"Soal banjir di Taman Duta, kita sudah 10 tahun ingatkan dan ingatkan untuk selesaikan persoalan sodetan dari Setu Pengarengan ke kali Sugutamu agar airnya tidak tumpah ke Taman Duta. Sampai sekarang belum. Kalau pakai APBD tidak bisa, karena jalannya jalan nasional," papar Idris.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved