Wolverhampton Ingin Ciptakan Sejarah di Laga Kontra MU

Skuad berjuluk Wolves atau Serigala ini penuh semangat melakoni laga perempat final, meski pun harus menghadapi Manchester United (MU).

Wolverhampton Ingin Ciptakan Sejarah di Laga Kontra MU
Tribunnews
Manchester United Vs Wolverhampton Wanderers 

WOLVERHAMPTON Wanderers ingin menorehkan sejarah baru, yakni mejuarai kompetisi Piala FA.

Karena itu para pemain skuad berjuluk Wolves atau Serigala ini penuh semangat melakoni laga perempat final, meski pun harus menghadapi Manchester United (MU), Minggu (17/3/2019) pukul 02.55 WIB.

Diogo Jota, striker Wolves, mengungkapkan semangat yang melingkupi kamar ganti tim. Mereka menganggap laga dini hari nanti sebagai laga final yang harus dimenangkan.

"Kami yakin dengan pertandingan ini, dan memenanginya. Tapi kami juga tahu betapa berat laga ini, sehingga kami harus tampil sebaik-baiknya untuk lolos ke semifinal," ujar Jota, yang dilansir laman Express & Star.

Bagi Jota pribadi, pertandingan kontra MU ini semakin membuatnya bangga dengan keputusannya datang ke Inggris.

Dengan bergabung dengan Wolves, pemian berusia 22 tahun ini memperoleh kesempatan berlaga melawan pemain-pemain besar.

"Pertandingan ini salah satu alasan saya ke sini, bermain di kompetisi piala yang bersejarah, dan melawan tim besar seperti MU," katanya.

Jung Joon Young Diduga Meminta Layanan PSK Selama Syuting Variety Show di Jerman

Menurut Jota, keluarganya menentang kepindahannya ke Wolves pada tahun 2017. Maklum, ketika itu Jota bermain untuk Atletico Madrid, sementara Wolves masih bermain di Divisi Championship.

"Banyak orang di Portugal mengritik keputusan ini. Ruben (Neves) bahkan mengatakan saya gila," tandas Jota sambil tertawa.

Wolves menjuarai Piala FA tiga kali pada kurun waktu 1949-1960. Memenangi laga kontra MU ini, akan membuat Wolves berlaga di babak semi final lagi, sejak 59 tahun yang lalu.

Sementara laga perempat final nanti adalah yang pertama di Molineux Stadium sejak 38 tahun yang lalu.

Maka tak mengherankan jika pertandingan ini menjadi bersejarah, yang membuat tiketnya ludes dalam sekejap.

"Saya memahami kehausan akan sejarah ini, yang membuat kami menginginkan sejarah tersebut berulang lagi. Kami ingin mengembalikan kejayaan klub ini di kurun tahun 1950-an sampai 1960-an secara bertahap," kata Nuno Espirito Santo, Pelatih Wolves.

Berita Ini Juga Dimuat di KORAN SUPER BALL, Sabtu (16/3/2019)

Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved