Sudah Bertahun-tahun Warga RT 04 Kelurahan Pekayon Cemas Terancam Bahaya Longsor

Warga di kawasan RT 04/08, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, terancam bahaya longsor.

Sudah Bertahun-tahun Warga RT 04 Kelurahan Pekayon Cemas Terancam Bahaya Longsor
Wartakotalive.com/Rangga Baskoro
Dinding tanah samping aliran Sungai Ciliwung yang rawan longsor bikin cemas warga RT 04 Kelurahan Pekayon. Karena di atas tanah ini terdapat puluhan rumah warga. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

PASAR REBO, WARTAKOTALIVE.COM -- Warga di kawasan RT 04/08, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, terancam bahaya longsor.

Hal itu disebabkan karena rumah mereka berada tepat di sebelah aliran Sungai Ciliwung.

Lokasi tanah yang belum dipasang tanggul berada tepat di sebelah rumah plastik yang di bangun oleh para petugas UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup, Unit Pos Gerojokan, Pasar Rebo, Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur.

Siregar, seorang warga menuturkan bahwa setiap tahun selalu melihat orang-orang berseragam dinas memfoto lokasi yang belum dipasang tanggul tersebut.

"Mulai dari 5 tahun lalu sudah di foto. Tapi enggak ada pengerjaan sampai sekarang. Sampe bosen kita ngeliatnya. Kami tanya buat apa di foto? Katanya buat dipasang tanggul. Tapi sampai sekarang enggak ada," ungkap Siregar di lokasi, Sabtu (16/3).

Terlebih lagi, terdapat jembatan di fondasi tanah yang terus menurus tergerus aliran sungai. Jembatan itu merupakan akses satu-satunya bagi warga RT 04 untuk menuju jalan utama.

Getaran di sekitar jembatan terasa semakin kencang seiring berjalannya waktu. Terlebih lagi ketika dilewati oleh motor-motor para warga.

"Ini kan sudah bergetar kalau orang naik motor, jalan saja sudah bergoyang. Coba saja," ujarnya.

Warga lain bernama Fitria menuturkan tadinya luas tanah di sekitar jembatan cukup lebar. Namun terdapat pohon yang tumbuh nyaris hingg ke pinggir sungai. Hingga pada alhirnya pohon itu di tebang lantara warga khawatir akan bahaya longsor.

"Dulu ada pohon di sana, terus ditebangin karena takutnya longsor. Jadinya sekarang tanahnya semakin berkurang," katanya.

Pantauan Warta Kota, tanah tepat di sebelah jembat belum dibangun tanggul. Bagian yang sudah dibuatkan tanggul hanya terdapat di sisi dekat rumah plastik. Sementara itu, bagian rumah hanya terdapat karung-karung untuk menahan fondasi tanah. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved